Artikel Pilihan

Bunda Harus Tahu Ciri-Ciri Gejala Anorexia dan Dampaknya Pada Kesehatan Anak

gejala anorexia pada anak
gejala anorexia pada anak/ Sumber foto: freepik

Anoreksia nervosa merupakan gangguan makan yang bisa dialami oleh siapa. Gangguan ini membuat seseorang terobsesi dengan berat badan dan makanan. 

Anoreksia dapat disebabkan oleh stres, kecemasan, dan harga diri yang rendah (self esteem) sehingga anak Bunda membatasi makanan.

Gejala Anorexia Pada Anak

Gejala terkait makanan atau berat badan dapat meliputi:

  • Citra tubuh berubah
  • Berat badan rendah
  • Ketakutan ekstrim menjadi gemuk
  • Aktivitas fisik yang berlebihan
  • Kelaparan namun tidak ingin makan
  • Perilaku makan yang tidak biasa (setelah mengunyah, kemudian dimuntahkan kembali)

Selain itu, terjadi perubahan pada fisik dan emosional penderita anorexia, meliputi:

1. Gejala fisik

  • Status gizi buruk
  • Dehidrasi
  • Menjadi sangat kurus
  • Sakit perut atau kembung
  • Sembelit
  • Kelelahan
  • Rambut halus (lanugo) tumbuh 
  • Kulit kering atau kekuningan
  • Rambut rontok
  • Kuku rapuh

2. Gejala emosional

  • Penarikan diri dari situasi sosial
  • Kehilangan minat pada seks
  • Sifat lekas marah
  • Perubahan mood
  • Depresi

Komplikasi Akibat Anorexia

Anorexia dapat menimbulkan berbagai penyakit ringan hingga serius. Bahkan dalam beberapa kasus anorexia dapat menyebabkan kematian karena berat badan yang di bawah BMI. Mineral dalam tubuh pun tidak seimbang sehingga tubuh sulit beradaptasi pada berbagai kondisi. Beberapa penyakit yang disebabkan anorexia adalah:

  • anemia
  • gangguan jantung (seperti arrhythmia)
  • osteoporosis
  • Penurunan masaa otot
  • Pada perempuan menimbulkan keterlambatan menstruasi bahkan tidak menstruasi sama sekali
  • Laki-laki mengalami penurunan hormon testosteron
  • Masalah reproduksi
  • Penyakit gastrointestinal (seperti konstipasi, bloating, dan nausea)
  • Elektrolit tidak normal (darah rendah potassium dan sodium)
  • Metabolisme menurun
  • Pada kasus yang parah, dapat mengakibatkan kematian

Bagaimana anoreksia nervosa didiagnosis?

Ketika anak menderita anoreksia, tubuh anak akan semakin mengurus dan rentan terhadap penyakit. Anak mungkin tidak mau makan dalam jangka waktu yang lama karena khawatir berat badannya bertambah. 

Perawatan dini dapat membantu mencegah masalah kesehatan yang serius. Penyedia layanan kesehatan akan menanyakan tentang riwayat kesehatan anak, termasuk keluarga. Anak akan mendapatkan pemeriksaan fisik dan menyarankan untuk tes psikologis. 

Itulah informasi seputar gejala anorexia pada anak yang harus Bunda ketahui. Segera hubungi dokter jika terlihat gejala tersebut pada anak.

Pada ibu menyusui, anorexia dapat mengurangi produksi ASI karena perubahan hormon stres dapat memengaruhi prolaktin sehingga produksi ASI menurun.

Untuk mencegah hal ini, Bunda bisa konsumsi ASI booster. Dengan begitu kualitas dan kuantitas ASI Bunda terjaga. 

Selain itu, jika Bunda memiliki permasalahan ASI setelah melahirkan seperti puting lecet, payudara bengkak, dan ASI seret, Bunda bisa berkonsultasi dengan tim busuisehat.com melalui link  https://t.me/BusuiSehat.

Baca juga informasi ini Bunda!

Cradle Crape: Cara Merawat Kulit Bayi Yang Berketombe, Bunda Wajib Tahu!

Ini 6 Daftar Makanan Yang Tidak Boleh Dikonsumsi Bayi Di Bawah 1 Tahun

Tahapan Perkembangan Bayi Usia 4-6 Bulan, Bunda Harus Tahu!

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password