Artikel Pilihan

Bayi Bunda Lebih Suka Menyusu Di Satu Payudara Saja?

ilustrasi bayi menyusu/ Foto: Freepik

 

Bunda, menyusui merupakan suatu kewajiban. Ini karena saat lahir Si Kecil belum bisa mengonsumsi makanan padat seperti Bunda. Pencernaannya belum terbentuk sempurna dan masih tahap perkembangan. Oleh karena itu, Si Kecil butuh asupan ASI.

ASI mengandung seluruh nutrisi yang dibutuhkan oleh Si Kecil. Di dalamnya terkandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral yang bagus untuk pertumbuhan dan perkembangan Si Kecil. Selain itu, ASI juga mengandung antobodi dan antialergi yang tidak ditemukan dalam susu formula. Zat aktif antobodi dan antialergi ini baik untuk membangun pertahanan tubuh Si Bayi agar terhindar dari berbagai macam penyakit seperti infeksi salurang napas, infeksi telinga, dan SIDS. 

Pemberian ASI lebih baik dilakukan setiap 2 jam untuk menjaga produksi dan kelancaran ASI tetap baik. Biasanya, untuk menjaga kuantitas ASI, Bunda disarankan untuk menyusui bayi secara bergantian yaitu payudara kiri dan kanan. Sayangnya, tidak semua Bunda bisa melakukan ini. Dalam beberapa kasus, bayi bahkan menolak diberikan ASI di salah satu payudara. Akibatnya, Bunda hanya bisa memberikan ASI dengan satu payudara saja. Ini tentu akan membuat payudara yang tidak dihisap bayi akan bengkak dan nyeri.

Kira-kira apa sih penyebab bayi Bunda hanya mau menyusu di satu payudara saja?

Perlu diketahui beberapa kemungkinan penyebab bayi menyusu di satu payudara saja. Pertama, perbedaan anatomi payudara, seperti bentuk alveoli, puting dan areola. Kedua, adanya masalah pada satu payudara seperti payudara bengkak. Payudara yang bengkak kurang disukai bayi. Ini karena pengeluaran ASI lemah atau terlalu deras sehingga bayi tidak nyaman. Ketiga, posisi menyusui. ibu lebih sering menawarkan satu payudara daripada payudara lain.

Bidan Cory Agusthina, SKM, CHE.

Untuk mengatasi hal ini, Bunda disarankan untuk tetap sabar dan konsisten. Jangan paksa bayi Bunda menyusu pada payudara yang ia tolak. Jika dipaksa, bayi Bunda akan mengalami trauma dan tidak ingin menyusu lagi (menolak ASI). Oleh karena itu, Bunda bisa mencoba memberikan ASI pada payudara lain saat bayi tenang dan tidak memberikan reaksi penolakan. Selain itu, selama bayi masih menolak, Bunda bisa melakukan pumping secara rutin. Tujuannya untuk menjaga produksi ASI dan mencegah masalah menyusu lainnya seperti mastitis dan payudara bengkak. 

Payudara yang tidak disusui akan mengalami penurunan produksi. Ini karena tidak ada permintaan ke pabriknya (kelenjar ASI). Ingat, dasar ASI adalah supply and demand. Kalau tidak ada permintaan ASI, otak tidak memberikan perintah pada tubuh Bunda untuk mengeluarkan ASI,”

Bidan Cory Agusthina, SKM, CHE.

Selama proses menyusui, Bunda bisa mengonsumsi ASI booster untuk menjaga kualitas dan kuantitas ASI. Jika ASI Bunda tidak kunjung lancar padahal sudah mencoba berbagai produk ASI booster, Bunda bisa berkonsultasi dengan tim busuisehat.com melalui link https://t.me/BusuiSehat

Sekian informasi mengenai ASI dan Si Kecil. Selama memberikan ASI, Bunda harus bersabar dan tetap tenang ya. Hindari stres dan istirahat yang cukup untuk menjaga kesehatan Bunda. Untuk informasi dan tips-tips menarik lainnya, ikuti terus Busuisehat ya!

Baca juga yuk Bunda!

Yuk Ketahui Cara Mengatasi Payudara Bengkak Saat Menyusui

Susu ASI vs Formula: Lebih Baik yang Mana?

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password