Artikel Pilihan

Baby Blues Syndrome: Ketahui Cara Mengatasi Depresi Pasca Melahirkan

baby blues syndrome/ Sumber foto: freepik

Sekitar 70-80% dari semua ibu baru mengalami perasaan negatif atau perubahan suasana hati setelah melahirkan anak mereka. 

Baby blues adalah perubahan suasana hati (mood swings) yang ditandai rasa cemas, khawatir, marah, sulit tidur, dan sedih berlebihan. Pada umumnya, hal ini terjadi pasca persalinan. Hal ini tidak bisa dianggap sepele ya Bunda. 

Penyebab pasti dari baby blues belum diketahui hingga saat ini. Namun, kondisi ini berkaitan dengan perubahan hormon yang terjadi selama kehamilan dan kelahiran bayi. Perubahan hormonal ini dapat menghasilkan perubahan kimiawi di otak yang menyebabkan depresi.

Psikosis pasca persalinan

Baby blues dapat menyebabkan psikosis pasca persalinan dengan gejala yang parah. Tanda dan gejala mungkin termasuk:

  • Kebingungan dan disorientasi
  • Pikiran obsesif tentang bayi Anda
  • Halusinasi dan delusi
  • Gangguan tidur
  • Energi dan agitasi yang berlebihan
  • Paranoia
  • Mencoba menyakiti diri sendiri atau bayi 
  • Psikosis pasca persalinan dapat menyebabkan pikiran atau perilaku yang mengancam jiwa dan membutuhkan perawatan segera.

Cara mengatasi baby blues syndrome

cara mengatasi baby blues

Jika Bunda mengalami gejala depresi atau kecemasan selama setelah melahirkan, bicarakan segera dengan suami dan ahli kesehatan. Perawatan dan dukungan yang diberikan dapat mengobati depresi pasca persalinan pada Bunda.

Penting untuk menghubungi dokter sesegera mungkin jika tanda dan gejala depresi memiliki salah satu dari ciri-ciri ini:

  • Tidak membaik setelah 2 minggu 
  • Semakin buruk
  • Memengaruhi Bunda saat merawat bayi 
  • Sulit menyelesaikan pekerjaan rumah akibat depresi
  • Muncul pikiran untuk menyakiti diri sendiri, pasangan, atau bayi 
  • Timbul pikiran untuk bunuh diri

Itulah informasi cara mengatasi baby blues yang harus Bunda ketahui. Untuk mengatasi hal ini, bicaralah dengan seseorang yang Bunda percayai untuk menuangkan perasaan, misalnya teman terdekat atau saudara. Selain itu, penting juga untuk memberi tahu hal ini kepada suami Bunda. Yang terpenting untuk berusaha berpikir positif dan mendapatkan dukungan dari orang sekitar Bunda.

Yang perlu diingat, orang dengan depresi mungkin tidak mengenali atau mengakui bahwa dirinya sedang terjebak dalam kondisi tersebut. Mungkin Bunda juga tidak menyadari tanda dan gejala depresi. 

Jika Bunda mencurigai bahwa teman atau orang yang Bunda kenal mengalami depresi pasca persalinan, bantu mereka segera mencari pertolongan medis.

Dalam beberapa kasus, baby blues atau depresi pasca melahirkan ini dapat memengaruhi produksi ASI Bunda. Ini karena perubahan hormon stres dapat memengaruhi prolaktin sehingga produksi ASI menurun.

Untuk mencegah hal ini, Bunda bisa konsumsi ASI booster. Dengan begitu kualitas dan kuantitas ASI Bunda terjaga. 

Selain itu, jika Bunda memiliki permasalahan ASI setelah melahirkan seperti puting lecet, payudara bengkak, dan ASI seret, Bunda bisa berkonsultasi dengan tim busuisehat.com melalui link  https://t.me/BusuiSehat.

Jangan lewatkan informasi menarik lainnya Bunda!

Baby Blues Syndrome: Ketahui Gangguan Emosional Pasca Melahirkan

Tantrum Anak: Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasi Tantrum Pada Anak

Penyakit Step: Ketahui Penyebab dan Gejala Kejang Demam Pada Anak

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password