Agar ASI Tetap Berlimpah, Begini Cara Memerah ASI Yang Benar Bun

Reviewed By : Tim Konsultan ASI Busuisehat | 20 Januari 2021 12.00 WIB

Ilustrasi dari ASI Berlimpah/ Foto: Today’s Parent/Stok ASIP

Jakarta, (20 Januari 2021) – Saat menyusui, Bunda pastinya ingin menyusui Si Kecil secara langsung dari payudara. Namun, beberapa kondisi seperti bekerja, bayi lahir prematur, atau payudara penuh sering kali membuat Bunda harus memerah ASI dan menyimpannya.

Sama seperti menyusui, keterampilan memompa ASI juga harus Bunda ketahui dan dilatih agar ASI mudah keluar sehingga kebutuhan ASI bayi bisa terpenuhi Bun. 

Mengutip dari halodoc.com dan telah ditinjau oleh Dr. Gabriella Florencia Aktivitas memompa ASI mungkin menjadi kewajiban untuk dilakukan, bukan sebagai sesuatu yang ingin Bunda lakukan. Oleh karena itu, berikut ini adalah tips memompa ASi yang benar dan kiat agar ASI berlimpah. 

Tips Memompa ASI

Faktanya, memompa ASI yang baik dan benar bisa dipelajari dan dilatih supaya ASI bisa keluar dengan optimal. Ada dua cara memompa ASI, yaitu menggunakan tangan atau menggunakan alat bantu pompa. Pompa ASI ada dua jenis, yaitu pompa manual dan elektrik. Nah, berikut ini cara memompa ASI dengan menggunakan pijatan tangan:

  • Sebelum mulai memerah, cuci tangan terlebih dahulu dengan menggunakan sabun hingga bersih;
  • Letakkan tangan di payudara, dengan posisi jempol di bagian atas payudara dan 4 jari lainnya berada di bagian bawah payudara membentuk huruf C;
  • Pijat payudara dengan lembut, dengan arah usapan ke puting. Lakukan terus berulang-ulang sampai ASI keluar;
  • Jika ASI sudah tidak keluar, gerakkan jari-jari ibu memutar di sekitar payudara untuk mencoba di bagian payudara yang berbeda.

Sementara untuk memompa ASI dengan alat pompa adalah:

  • Sebelum mulai memompa, cuci tangan terlebih dahulu dengan menggunakan sabun hingga bersih;
  • Kompres payudara dengan handuk hangat sambil dipijat secara melingkar dari bagian luar payudara ke bagian dalam, tapi jangan sampai kena puting;
  • Pasang bagian corong pada payudara, lalu tekan pegangannya jika ibu menggunakan alat pompa manual. Sementara jika menggunakan alat pompa elektrik, ibu tinggal menghidupkan mesinnya saja. Pastikan untuk memilih alat pompa yang memiliki tekanan yang nyaman;
  • Berhenti memompa payudara jika sudah terasa kosong. Hindari memeras payudara lebih dari 20 menit.
  • Saat payudara terasa sakit di bagian puting, sebaiknya hentikan memompa ASI.

Jika Bunda mengalami masalah terkait memompa ASI, jangan ragu untuk melakukan konsultasi terlebih dahulu ke Dokter terkait agar Bunda bisa mendapatkan referensi yang baik dan hasil yang maksimal.

Teknik Penyimpanan ASI

Dikutip dari haibunda.com Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah merangkum beberapa hal yang perlu Bunda lakukan saat menyimpan ASI. Dengan begitu, ASI yang telah diperah bisa tersimpan dengan baik dan tidak cepat rusak.

– Cuci tangan Bunda sebelum menyimpan ASI

Untuk penyimpanan ASI, sebaiknya gunakan botol kaca ASI atau kontainer plastik tertutup rapat dengan bahan bebas bisphenol A (BPA). Hindari pemakaian kantong plastik biasa maupun botol susu disposable karena mudah bocor dan terkontaminasi.

– Pastikan kontainer bersih. Kontainer harus dicuci dengan air panas dan sabun serta dibiarkan hingga kering sebelum dipakai.

– Simpanlah ASI sesuai dengan kebutuhan Si Kecil.

Pastikan wadah ASI telah diberi label berisi nama Si Kecil dan tanggal ASI diperah. Tanggal perlu dicantumkan untuk memastikan ASI yang dipakai adalah ASI yang lebih lama.

– Jangan campurkan ASI yang telah dibekukan dengan ASI yang masih baru pada wadah penyimpanan.

– Jangan simpan sisa ASI yang sudah dikonsumsi untuk konsumsi berikutnya.

Putar kontainer ASI agar bagian yang mengandung krim pada bagian atas tercampur merata. Hindari juga mengocok ASI karena dapat merusak komponen penting ASI.

Cukup mudah bukan, Bun? Bicara soal penyimpanan ASI, setiap Bunda tentu menyimpannya di tempat berbeda-beda. Bunda bisa menyimpannya di lemari es atau bahkan membekukannya di freezer.

Untuk membekukan ASI, Bunda perlu mengencangkan tutup botol atau kontainer. Beri ruang sekitar 2,5 cm dari tutup botol karena volume ASI bisa meningkat saat beku. Pastikan juga Bunda tidak menyimpan ASI pada bagian pintu lemari es atau freezer.

Lama Penyimpanan ASI

Melansir Today’s Parent, American Academy of Pediatrics menyebut ASI dapat disimpan hingga delapan hari setelah dimasukkan ke dalam lemari es. Namun, sebaiknya Bunda gunakan ASI dalam empat hari pertama karena pada saat itu lemak, aktivitas enzim pencernaan, dan manfaat anti infeksi berada pada puncaknya.

IDAI pun mengatakan durasi ketahanan ASI berbeda-beda sesuai tempat penyimpanannya seperti berikut:

Ruangan bersuhu maksimal 25 derajat Celsius. ASI dapat bertahan selama 6-8 jam dengan syarat wadah harus ditutupi dan dijaga sedingin mungkin, misalnya dibalut dengan handuk dingin.

– Cooler bag bersuhu -15-4 derajat Celsius. ASI dapat bertahan selama 24 jam dengan kondisi es batu menyentuh wadah ASI sepanjang waktu dan cooler bag tidak sering dibuka tutup.

Lemari es bersuhu 4 derajat Celsius, ASI dapat bertahan selama 5 hari. Asi harus disimpan di bagian belakang lemari es, bukan di pintu.

– Freezer lemari es 1 pintu bersuhu -15 derajat Celsius, ASI dapat bertahan selama 2 mingguFreezer lemari es 2 pintu bersuhu -18 derajat Celsius, ASI dapat bertahan selama 3-6 bulan. Freezer dengan pintu di atas bersuhu -20 derajat Celsius, ASI dapat bertahan selama 6-12 bulan. Dalam tempat ini, ASI harus disimpan pada bagian belakang freezer, yakni bagian suhu paling stabil.

Meskipun ASI bisa disimpan hingga waktu yang lama, akan lebih baik jika Bunda mengonsumsinya segera. ASI yang disimpan terlalu lama dapat mengalami penurunan kandungan lemak dan kualitas. Buanglah ASI jika keadaannya basi. ASI yang basi biasanya akan berbau asam atau anyir.

Sebelum memberikannya ke Si Kecil, Bunda juga perlu mencairkan ASI beku. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan seperti membiarkannya semalaman di lemari es, gunakan penghangat botol, atau menaruh kontainer di dalam wadah berisi air hangat.

Jangan lupa juga ya Bunda, untuk menghangatkan kembali ASI yang telah dicairkan. Menghangatkan ASI yang sudah dicairkan paling baik dilakukan di dalam wadah berisi air hangat bersuhu 40 derajat Celsius selama sekitar 20 menit.

Oleh karena itu, apabila Bunda ingin mempunyai Stok ASIP yang berlimpah dan tentunya berkualitas serta bernutrisi tinggi untuk pertumbuhan si kecil, bunda bisa mencoba Susu Almoon Milk Plus & Red Ginger, Berikut kami berikan pengalaman pribadi setiap Bunda yang sudah mencoba di halaman berikutnya ya bunda.

© 2021 Copyright Busuisehat.com
Hak Cipta Dilindungi All rights reserved