Artikel Pilihan

Shandy Aulia Kena Bullying: “Baby’s and Mom’s Shaming is Real”

Sumber foto: instagram @shandyaulia

 

Memiliki anak dan merawatnya bukanlah hal yang mudah, Bunda. Terlebih jika Bunda adalah tipe Ibu yang baru memiliki anak. Pasti ada banyak saran pola asuh dari orang-orang sekitar. Terkadang, ini juga membuat Bunda jadi kebingungan, betul tidak? Berbagai saran dan komentar terkadang membuat Bunda merasa lelah, letih, bahkan sedih. 

“Bun, anaknya jangan dikasih ASI, sufor aja!”

“Bayi umur segitu harus dibedong tuh!”
“Kok bayinya kurus? Gak pernah dikasih ASI ya?”

“Ih, Ibunya kok kurusan? Diet ya? Kasihan bayinya entar kurang ASI!”

Sebagian bersar Bunda mungkin pernah mendapatkan masukan atau bahkan kata-kata yang tidak mengenakkan hati. Pengalaman pribadi sering dijadikan sebagai senjata orang sekitar untuk menghakimi para Bunda ketika mengasuh Si Kecil. 

Hal yang sama juga dialami oleh Shandy Aulia. Artis berusia 33 tahun itu kerap menerima komentar yang tidak pantas di akun Instagram pribadi miliknya. Istri David Herbowo ini membagikan kisah bullying-nya di Instagram story miliknya.

Sebagai public figur saya sudah terbiasa dengan berbagai komentar yang pantas sampai yang tidak pantas sekali pun,” ujar Shandy Aulia.

Menurutnya, komentar pedas yang ditunjukkan pada dirinya karena dirinya memiliki cara sendiri dalam mengasuh bayinya, Claire. Padahal, sebagai orang tua, Shandy pasti ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya. 

“Saya pribadi bukan tipe yang sering membaca setiap komentar, tetapi ada kalanya juga saya baca, jelas wajar bila ada perbedaan pendapat cara merawat anak. Tentunya setiap ibu punya cara masing-masing untuk merawat anaknya”.

Menurutnya, netizen yang sering berkomentar di akun sosial media pribadi miliknya adalah para ibu. Netizen tersebut ingin memberikan nasihat namun menggunakan kata-kata yang kurang baik. Jika dibiarkan, ini akan menjadi toxic (racun) dan bisa mengganggu mental para Bunda yang menjadi korban. Shandy Aulia juga memberikan tanggapan terhadap netizen yang kerap berkomentar pedas.

“Jujur saya juga suka gemas dengan toxic people, terutama ibu-ibu nyinyir dan julid”.

Lalu, bagaimana cara menghadapinya? 

“Saya cuma mau bilang buat mom’s di luar sana. Jangan dengarkan toxic people. Mereka akan semakin toxic bila mom’s semakin hancur dan down. Gak cuma mom’s aja, tapi toxic people akan ada di mana saja, dalam keluarga, tempat pekerjaan, media sosial, di mana pun kita berada pasti ada toxic people,” ujar Shandy. 

Selain itu, Shandy juga menambahkan untuk tetap menjaga pikiran dan emosi agar jiwa tetap sehat. Artis ini juga berkata untuk tetap berbuat baik dan memberikan pengertian pada pelaku. Tujuannya agar orang tersebut dasar atas perilakunya dan tidak mengulangi perbuatannya lagi. Namun, jika pelaku tetap tidak sadar, cukup diamkan saja.

“Sebisa mungkin hindari mereka bila kita dihadapkan dengan akal sehat. Bila dijelaskan dengan akal sehat masih toxic, artinya kita yang sehat diam saja. Biar toxic tidak menyebar semakin luas”.

Untuk menjaga kesehatan mental, sebaiknya Bunda melakukan aktivitas yang menyenangkan. Hindari kata-kata negatif yang membuat Bunda semakin down atau sedih. Dengan bahagia, Bunda tidak akan terkena stres sehingga kesehatan fisik tubuh juga tidak menurun. Ini karena Bunda rentan sekali terhadap stres, kalau sudah begitu pasti akan sulit mengurus Si Kecil.

“Cara satu-satunya merespon toxic people hanya dengan tetap berbahagia dengan dirimu (sendiri) dan tetap lawan toxic people dengan pemikiran waras dan positif. Ingat, level mereka toxic jadi yang kita butuhkan (adalah) obat penawar toxic. Perlakukan apa yang bisa membuat kamu nyaman dan bahagia. Untuk para mom’s jangan pusingkan apa kata toxic people. Wajar kalau kadang kita emosi, tapi ingat emosi jangan bablas karena yang rugi kita (sendiri),” tambah Shandy Aulia.

Selain menjaga kesehatan mental, penting untuk tetap menjaga kesehatan fisik dengan mengonsumsi makanan tinggi gizi. Selain itu, Bunda bisa mengonsumsi ASI booster untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ASI. Untuk permasalahan ASI lainnya seperti puting lecet, payudara bengkak, dan ASI seret silakan berkonsultasi dengan tim busuisehat.com melalui link  https://t.me/BusuiSehat.

Ingat Bunda,  kebahagiaan adalah kunci kesehatan Bunda dan Si Kecil.  Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar, jadi tidak perlu dipusingkan berlarut-larut. Jangan biarkan diri Bunda terkurung komentar negatif dari orang sekitar demi kesehatan Bunda dan Si Kecil.

Baca Juga yuk Bunda!

Bahasa Cinta Kunci Keharmonisan Rumah Tangga Ayah Bunda!

Ayah dan Bunda Sering Cekcok? Ikuti Tips Ini Untuk Solusi!

 

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password