Artikel Pilihan

Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasi Diare Pada Bayi Bunda

mengatasi diare bayi/ Sumber foto: freepik

Jika bayi sering menangis, Bunda pasti jadi khawatir sekali. Salah satu penyebab bayi Bunda jadi sering rewel adalah mencret atau diare. Tenang, jangan panik Bunda. Lebih baik cari tahu penyebab dan cara mengatasi diare pada bayi.

Penyebab Diare

Ada berbagai macam penyebab diare pada bayi Bunda, seperti:

  • Gangguan pencernaan (infeksi pencernaan akibat virus, bakteri, dan parasit, serta kembung)
  • Keracunan makanan saat mengonsumsi MPASI
  • Memberikan jus buah pada bayi terlalu dini
  • Bayi mengalami alergi terhadap makanan atau obat-obatan tertentu
  • Intoleransi terhadap susu sapi (alergi)

Gejala Diare pada Bayi

Bila bayi Bunda masih di bawah usia 6 bulan, sebaiknya periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Umumnya, bayi akan menunjukkan gejala saat diare seperti:

  • Bayi muntah terus menerus
  • Tubuh bayi lesu
  • Tinja berwarna hitam atau putih
  • BAB berdarah bahkan bernanah
  • Bayi demam dan rewel 
  • Frekuensi menyusu berkurang bahkan menolak ASI

Mengatasi Diare Bayi

mengatasi diare bayi

Diare biasanya disebabkan oleh infeksi virus dan dapat sembuh beberapa hari dengan sendirinya. Namun, kondisi ini tentu akan menghambat penyerapan nutrisi bayi Bunda. Untuk itu, sebaiknya Bunda memerhatikan dan melakukan langkah berikut ini untuk mengatasi diare bayi di rumah.

1. Tetap memberikan ASI dan cairan elektrolit

Beri ASI lebih sering jika bayi Bunda berusia di bawah 6 bulan, tujuannya agar asupan cairan dan nutrisi Si Kecil tetap terjaga serta menggantikan cairan dan nutrisi yang hilang selama BAB.

Selain itu, kandungan antibodi dalam ASI dapat membantu bayi melawan bakteri atau virus jahat penyebab bakteri. Pada bayi berusia di atas 6 bulan, pemberian ASI boleh diselingi dengan cairan oralit atau pedialit setiap kali bayi BAB dan muntah. Namun, sebaiknya tetap konsultasi dengan dokter ya, Bunda. 

2. Berikan probiotik

Prebiotik baik untuk kesehatan pencernaan. Untuk bayi berusia di atas 6 bulan, dapat diberi suplemen atau makanan yang tinggi akan probiotik saat terkena diare. Makanan alami tinggi prebiotik seperti yogurt, tempe, dan acar timun. 

3. Memberikan suplemen zinc

Menurut WHO dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), bayi yang mengalami diare akut diperbolehkan untuk mengonsumsi suplemen zinc selama 10 hingga 14 hari. Namun, dosis pemberiannya harus di bawah konsultasi dokter ya Bunda.

4. Hindari makanan penyebab alergi bayi

Jika bayi Bunda mengalami alergi tertentu terhadap makanan atau susu sapi, sebaiknya dihindari. Berikan makanan alternatif lainnya agar asupan nutrisi bayi tetap terpenuhi. 

Untuk menghindari diare pada bayi, selalu jaga kebersihan peralatan MPASI dan ASIP ya Bunda. Pastikan tidak ada debu dan kuman yang menempel pada peralatan tersebut. Selain itu, selalu perhatikan makanan yang bayi Bunda konsumsi. Jangan sampai Si Kecil diare karena alergi makanan.

Untuk mengobati diare, sebaiknya bayi diberikan ASI secara rutin. Ini karena ASI mengandung nutrisi dan antibodi yang baik untuk imunitas tubuh. Oleh karena itu, sebaiknya Bunda mengonsumsi  ASI booster untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ASI tetap terjaga. Jika Bunda memiliki permasalahan ASI lainnya seperti puting lecet, payudara bengkak, dan ASI seret, Bunda bisa berkonsultasi dengan tim busuisehat.com melalui link  https://t.me/BusuiSehat.

Jangan lupa baca informasi menarik dan penting lainnya di bawah ini!

7 Cara Mengatasi Bayi Kembung Yang Harus Bunda Tahu

Ini 6 Daftar Makanan Yang Tidak Boleh Dikonsumsi Bayi Di Bawah 1 Tahun

Ini 5 Ciri-Ciri Bingung Puting Pada Bayi Yang Harus Bunda Tahu!

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password