fbpx
Artikel Pilihan

Cara Menyimpan ASI Perah Agar Tahan Lama, Bunda Harus Tahu!

Cara Menyimpan ASI Perah Supaya Tahan Lama
menyimpan ASI perah/ Sumber foto: freepik

 

Jika Bunda sibuk bekerja, jalan-jalan, atau keluar kota, Bunda bisa menggunakan pompa ASI sebagai solusi menyusui. Dengan memompa ASI, Bunda dapat menyediakan stok ASI untuk Si Kecil tanpa perlu menyusui langsung di payudara. 

Namun, sebaiknya Bunda harus mengetahui cara menyimpan ASI yang benar. Agar ASI bisa tahan lama dan kualitasnya tetap terjaga. 

Simak informasi menyimpan ASI perah berikut ini!

Kebersihan Peralatan ASI Perah

Sebelum memerah ASI dari payudara, perhatikan kebersihan peralatan ASI perah ya, Bunda. Mulai dari alat pompa hingga wadah penyimpan ASI perah. Lakukan strerilisasi dengan cara merebus bagian pompa ASI (cup payudara) dan botol untuk penyimpanan ASI perah. Cuci tangan dengan sebelum memeras ASI.

Kemudian simpan ASI perah dalam wadah food grade yang bersih dan tertutup. Bunda juga bisa menyimpan ASI menggunakan botol susu. Yang terpenting tempat penyimpanan ASI harus bebas dari bahan kimia bisphenol A (BPA). 

Jangan simpan ASI perah dalam lapisan botol sekali pakai atau kantong plastik biasa ya Bunda.

Cara Menyimpan ASI Perah

1. Sebelum mengisi kantong ASI atau botol dengan ASI perah, persiapkan label dan spidol tahan air. Beri tanggal memerah ASI pada setiap wadah. Misalnya, Bunda memerah ASI pada tanggal 02 Maret, berarti tulis tanggal tersebut pada wadah ASI perah.

2. Isi wadah dengan ASI perah yang sudah dipompa. 

3. Letakkan wadah yang terisi ASI perah di bagian belakang freezer, yang suhunya paling dingin. Bunda juga bisa menyimpan ASI di lemari pendingin bagian bawah.

Waktu Penyimpanan

ASI perah dapat bertahan selama beberapa hari di dalam lemari pendingin. Namun, tetap Bunda harus melakukan pengecekan secara berkala jika terjadi perubahan kekentalan dan bau ASI. 

1. Suhu ruangan: Dalam suhu ruangan ASI perah dapat bertahan 4 hingga 6 jam. 

2. Cooler box: Di dalam cooler bag SAI perah dapat bertahan selama 1 hari (24 jam).

3. Kulkas: ASI perah dapat bertahan selama 3 hingga 8 hari. ASI perah beku yang sudah mencair dan diletakkan di bagian kulkas bawah dapat bertahan selama 24 jam. 

3. Lemari pembeku: Di dalam lemari pembeku dengan suhu -15 derajat celsius, ASI perah dapat bertahan selama 2 minggu. Simpan ASI perah di bagian dalam lemari pembeku dan tidak diletakkan di dekat pintu agar suhu dingin tetap stabil.

4. Freezer: Di dalam freezer bersuhu -18 derajat celsius ASI perah dapat bertahan selama 3 hingga 6 bulan .

Itulah cara menyimpan ASI perah yang baik dan benar. Untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas ASI, Bunda bisa konsumsi ASI booster. Dengan begitu, Bunda bisa menyuplai stok ASI perah. Jika Bunda memiliki kekhawatiran terhadap permasalahan ASI lainnya seperti puting lecet, payudara bengkak, dan ASI seret, Bunda bisa berkonsultasi dengan tim busuisehat.com melalui link  https://t.me/BusuiSehat.

Untuk tips dan informasi seputar ibu menyusui, pantau terus Busuisehat ya!

Baca juga yuk Bunda!

Cara Mengatasi Kecanduan Game Pada Suami Tercinta, Lakukan Ini Bunda!

3 Langkah Mengatasi Payudara Bengkak, Bunda Coba Ini Yuk!

Bolehkah Mengonsumsi Pil KB Selama Pemberian ASI Eksklusif?

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password