fbpx
Artikel Pilihan

ASI Penting Untuk Bayi Penderita Penyakit Kuning

penyakit kuning/ Foto: Freepik

Setelah kelahiran bayi, biasanya pihak tenaga medis akan mengawasi bayi baru yang baru lahir dengan cermat. Salah satu kondisi yang sering dipantau oleh tenaga medis adalah penyakit kuning. 

Penyakit kuning rentan terjadi pada bayi yang baru lahir, terutama pada bayi prematur. Penyakit ini menandakan tingginya bilirubin dalam tubuh bayi yang sering terjadi di minggu-minggu pertama, dalam waktu 2 hingga 3 hari setelah lahir. Penyebabnya karena asupan ASI yang kurang optimal sehingga menyebabkan peningkatan kadar bilirubin. Penyakit kuning biasanya muncul pertama kali di area wajah kemudian akan turun ke tubuh lainnya seperti dada, perut, lengan, dan kaki. 

Bidan Cory Agusthina, SKM, CHE memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai penyakit kuning.

Bayi kuning akan memiliki kadar bilirubin yang tinggi dalam darah. Bilirubin merupakan senyawa kekuningan yang terbentuk akibat pemecahan hemoglobin atau sel darah merah. Pada proses yang normal, hati mengolah bilirubin sehingga dikeluarkan tubuh melalui feses.  Namun, pada bayi pengidap penyakit kuning, hati tidak dapat mengolah dan mengeluarkan bilirubin sehingga menyebabkan kadar bilirubin tinggi”.

Jika penyakit kuning ini diikuti gejala lain, tenaga medis mungkin akan menjalankan tes darah untuk mengukur jumlah bilirubin dalam darah.

Faktor Penyakit Kuning

Perlu diketahui bahwa ada berbagai macam faktor penyebab kuning pada bayi. Namun, salah satunya adalah kurangnya asupan ASI.

“Menurut catatan, 5 hingga 10% penyakit kuning dialami bayi yang baru lahir. Ini karena bayi tidak mendapatkan ASI yang cukup. Bayi jadi kekurangan kalori sehingga usus tidak terangsang untuk mengeluarkan bilirubin melalui feses (tertahan di usus besar). Bilirubin kemudian diserap kembali oleh tubuh. Biasanya, pemisahan Ibu dan bayi pasca melahirkan, pemberian empeng, serta pemberian susu pengganti ASI (sufor) yang tidak tepat juga bisa menyebabkan kuning pada bayi,”  lanjut Bidan Cory Agusthina, SKM, CHE.

ASI untuk Penyakit Kuning

Kebanyakan bayi baru lahir dengan penyakit kuning dapat terus menyusui.  Ini karena menyusui dapat mengurangi risiko penyakit kuning. Menyusui lebih sering dapat meningkatkan suplai ASI dan meningkatkan asupan kalori yang dibutuhkan bayi, sehingga mengurangi peningkatan bilirubin.

Bunda bisa tingkatkan asupan ASI pada bayi. Sekitar 2 hingga 3 jam sekali untuk memicu mengeluarkan feses. Jika bayi Bunda sering mengeluarkan feses setelah mengonsumsi ASI, ini akan mengurangi penyerapan bilirubin dalam usus,” ujar Bidan Cory Agusthina, SKM, CHE.

Selain itu, sebagai upaya pencegahan, Bunda bisa memberikan ASI pertama (kolostrum) pada Si Buah Hati. Kolostrum memiliki efek pencahar sehingga meningkatkan frekuensi mekonium keluar dari tubuh. Dengan demikian, risiko penyakit kuning dapat diminimalisasi.

Itulah beberapa penjelasan mengenai penyakit kuning pada bayi yang perlu Bunda ketahui. Dalam menghadapi situasi ini, Bunda tidak perlu panik. Cukup berikan ASI sesuai dengan kebutuhan nutrisi Si Kecil. Bunda bisa mengonsumsi multivitamin dan ASI booster untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ASI agar kebutuhan Si Kecil tercukupi.

Namun, jika penyakit kuning ini tidak kunjung membaik dalam wakru 14 hari, Bunda perlu memeriksakan Si Kecil ke dokter. Dengan demikian, dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab spesifik penyakit kuning pada bayi Bunda.

Jika Bunda memiliki keluhan selama menyusui seperti puting lecet, payudara bengkak, dan ASI mampet, Bunda bisa berkonsultasi dengan tim busuisehat.com dengan link https://busuisehat.com/chat/konsul-bundaku/

Jangan lupa ikuti terus Busuisehat untuk mendapatkan informasi dan tips-tips menarik lainnya. Salam sehat!

Baca juga yuk Bunda!

Keajaiban Kolostrum Bagi Buah Hati, Bunda Harus Tahu!

Bagaimana Memberikan ASI Pada Bayi Prematur?

Kandungan ASI dan Manfaatnya

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password