fbpx
Artikel Pilihan

Waspadai Risiko Stunting Pada Anak Bunda!

ilustrasi stunting/ Foto: Freepik

 

Melihat anak dapat tumbuh dan berkembang dengan sehat adalah harapan semua orang tua, termasuk Bunda. Anak yang aktif dan lincah adalah tanda kalau Si Kecil mendapatkan gizi yang baik. Oleh karena itu, Bunda berusaha untuk memberikan nutrisi terbaik untuk Si Kecil. 

Jika nutrisi Si Kecil tidak tercukupi dengan baik akan berdampak bagi kesehatan Si Kecil. Anak jadi mudah sakit dan berisiko stunting. Bunda tentu tidak ingin jika pertumbuhan Si Kecil terhambat bukan? Untuk itu simak informasi berikut Bunda.

Baca juga: Bayi Bunda Lebih Suka Menyusu Di Satu Payudara Saja?

Apa itu stunting?

Melansir WHO, stunting adalah gangguan tumbuh kembang yang dialami anak akibat gizi buruk, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai. Anak-anak didefinisikan sebagai terhambat jika tinggi badan mereka terhadap usia lebih dari dua deviasi standar di bawah median Standar Pertumbuhan Anak WHO. 

Stunting termasuk gangguan pertumbuhan kronis dan dapat terjadi dalam waktu lama. Diketahui bahwa anak yang mengalami stunting tidak dapat berkembang dengan baik. Misalnya anak berusia 2 hingga 5 tahun yang tingginya 125 cm, seharusnya memiliki berat badan 21 hingga 25 kg. Namun, anak yang mengalami stunting akan memiliki berat badan di bawah standar sekitar 15 hingga 20 kg.

Menurut data, hampir sepertiga anak di bawah usia 5 tahun di negara berkembang mengalami stunting. Selain itu, stunting menjadi penyebab dari 14% kematian anak-anak. Untuk itu, Bunda perlu mewaspadai kondisi stunting dan tidak dapat dianggap remeh ya, Bunda.

Penyebab Stunting

Stunting adalah gangguan yang sering terjadi pada anak berusia 1 hingga 5 tahun. Bunda bisa melihat beberapa ciri fisik jika anak mengalami stunting. Ada beberapa dampak stunting yang perlu Bunda ketahui, yaitu:

1. Pertumbuhan dan perkembangan anak tidak optimal

2. Pertumbuhan tinggi dan berat badan anak terhambat

3. Anak mudah sakit dan rewel

4. Dapat memengaruhi kemampuan belajar dan kecerdasan Si Kecil

Baca juga: Benarkah Konsumsi Air Dingin Saat Menyusui Bikin Gemuk Si Kecil?

 

Cara Mencegah Stunting

Menurut hasil Riskesdas (2018), di Indonesia jumlah penderita stunting terus menurun. Ini tentu kabar yang baik Bunda. Ada beberapa cara yang bisa Bunda lakukan untuk mencegah stunting pada anak, yaitu:

1. Memenuhi kebutuhan gizi sejak Bunda hamil

Salah satu upaya pencegahan yang bisa Bunda lakukan untuk mencegah stunting adalah dengan mencukupi seluruh kebutuhan tubuh. Penuhi kebutuhan Bunda selama hamil dengan nutrisi yang baik. Konsumsi makanan sehat dan bergizi yang mengandung karbohidrat, lemak baik, protein, serat, vitamin, dan mineral. Hindari konsumsi makanan cepat saji tinggi gula, garam, dan lemak jahat. Tidak merokok dan tidak mengonsumsi alkohol. Selain itu, Bunda bisa menambahkan suplemen sesuai anjuran dokter atau ASI booster untuk kesehatan.

2. Memberi ASI eksklusif pada bayi mulai dari usia 0-6 bulan, lebih baik hingga usia 2 tahun

ASI mengandung seluruh nutrisi yang dibutuhkan oleh Si Kecil karena kandungan mikro dan makro nutrien yang lengkap. Selain itu, protein dan kolostrum dalam ASI Bunda terbukti ampuh meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi. Oleh karena itu, sebaiknya Bunda memberikan ASI kepada Si Kecil dari usia 0 hingga 6 bulan.

Akan lebih baik lagi jika Bunda memberikan ASI pada anak hingga usia 2 tahun. Jika saat pemberian ASI Bunda mengalami masalah, seperti ASI seret, ASI tidak keluar, dan payudara bengkak, Bunda bisa berkonsultasi dengan tim busuisehat.com melalui link https://busuisehat.com/chat/konsul-bundaku/

3. Memberi MPASI yang sehat dan bergizi

Ketika bayi Bunda berusia 6 bulan ke atas, Bunda harus memberikan makanan pendamping ASI untuk memenuhi kebutuhan kalori hariannnya (MPASI). Berikan makanan yang tinggi gizi. Namun, perlu diperhatikan bahwa pencernaan Si Kecil masih berkembang. Bunda perlu menghaluskan makanan ya untuk Si Kecil. Bunda bisa memberikan pisang yang sudah dilumat dan bubur. Untuk penambahan nutrisi lainnya menggunakan suplemen, sebaiknya Bunda konsultasikan kepada dokter anak. Jangan memberikan obat-obatan tertentu pada anak tanpa anjuran dokter.

4. Memantau pertumbuhan Si Kecil

Sebaiknya Bunda selalu pantau kesehatan Si Kecil di masa pertumbuhan dan perkembangannya. Bunda bisa mengecek kesehatan, tinggi, dan berat badan anak secara berkala di posyandu, puskesmas, atau rumah sakit. Pastikan pertumbuhannya sesuai dengan umurnya ya, Bunda. Jika anak sakit, segera periksakan ke dokter agar mendapatkan penanganan yang baik.

5. Selalu menjaga kebersihan

Anak Bunda sangat rentan terhadap berbagai penyakit. Untuk itu, selalu perhatikan kebersihan rumah ya, Bunda. Meliputi ruang tamu, kamar, pakaian, dapur, peralatan makan, hingga bahan makanan. Pastikan semuanya bersih untuk meminimalisasi penyakit dari bakteri.

Baca juga: Tips Menjaga Kebersihan Botol Susu Si Kecil

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password