fbpx
Artikel Pilihan

Dampak Obesitas Pada Kesehatan Anak, Ketahui Juga Cara Mencegahnya!

obesitas pada anak
obesitas pada anak/ Sumber foto: freepik

Obesitas adalah masalah kesehatan yang ditandai dengan tingginya persentase lemak tubuh. Indeks massa tubuh (BMI) di atas 30 atau lebih tinggi menunjukkan obesitas.

Obesitas telah menjadi masalah kesehatan yang cukup besar. Ini karena obesitas dapat dapat meningkatkan risiko penyakit kronis lainnya.

Di Indonesia, khususnya kota besar, ada lebih dari 10% anak telah mengalami obesitas. Untuk menjaga kesehatan, sebaiknya Bunda perlu mengetahui risiko penyakit dari obesitas dan cara mencegahnya.

Bahaya Obesitas

Obesitas merupakan masalah kesehatan yang penting loh, Bunda. Ini karena obesitas dapat menimbulkan risiko timbulnya penyakit kronis lainnya.

Selain itu, obesitas juga dapat menurunkan usia harapan hidup akibat penyakit yang ditimbulkan dari obesitas. Penyakit kronis degeneratif yang ditimbulkan akibat obesitas yaitu:

  • Diabetes mellitus tipe 2
  • Penyakit jantung
  • Stroke dan kanker
  • Hipertensi dini
  • Sleep apnea
  • Pembengkakan tulang ekstremitas
  • Masalah hormon dan reproduksi
  • Sindrom metabolik
  • Kolesterol
  • Stroke
  • Penyakit kandung empedu
  • Masalah kesehatan seksual
  • Osteoartritis
  • Gangguan kesehatan mental

Pencegahan Obesitas Pada Anak

obesitas pada anak

Kesehatan yang buruk berasal dari obesitas. Jika tidak ditangani dengan baik, keadaan ini bisa memengaruhi kesehatan fisik dan mengganggu aktivitas anak Bunda. 

Selain itu, anak yang obesitas juga rentan mengalami depresi. Oleh karena itu, sebaiknya Bunda melakukan upaya pencegahan obesitas sejak dini.

Memberikan ASI

Susu formula mengandung gula tambahan yang dapat meningkatkan berat badan anak secara drastis. Oleh karena itu, sebaiknya Bunda memberikan ASI sebagai sumber nutrisi anak. 

Berikan ASI untuk anak dari usia 0-2 tahun. Ini dapat mencegah obesitas pada anak Bunda. ASI tidak mengandung gula tambahan yang berbahaya bagi kesehatan tubuh. 

Pastikan kebutuhan nutrisi anak terpenuhi agar tumbuh kembangnya optimal. Berikan anak ASI eksklusif selama 0 hingga 2 tahun agar ketahanan tubuh anak baik. Untuk mewujudkan hal itu, Bunda bisa konsumsi ASI booster agar kualitas dan kuantitas ASI Bunda terjaga. 

Konsumsi makanan sehat sesuai porsi

Beri makan pada anak yang sedang tumbuh dengan porsi yang sesuai ya, Bunda. Hindari penggunaan gula dan garam berlebihan karena tidak baik untuk kesehatan. 

Berikan anak makanan sehat dengan berbagai macam buah, sayuran, karbohidrat, dan protein sejak usia dini. Konsumsi susu rendah lemak, keju, dan yogurt.

Batasi makanan tidak sehat di rumah

Jika Bunda membawa makanan tidak sehat ke dalam rumah, kemungkinan besar anak akan ikut memakannya. Cobalah untuk mengisi lemari es dan dapur dengan makanan sehat. Berikan buah sebagai makanan camilan sehat untuk anak. Hindari makanan tinggi gula, garam, dan MSG ya Bunda.

Ajak anak beraktivitas dan aktif

WHO merekomendasikan agar anak-anak dan remaja mendapatkan setidaknya 60 menit aktivitas fisik setiap hari. Bunda bisa mengajak anak melakukan berbagai permainan olahraga seperti sepak bola, basket, bersepeda, atau berenang.

Selain mengasyikkan, tentunya aktivitas tersebut baik untuk kesehatan tubuh. Batas penggunaan handphone dan TV untuk anak karena memicu rasa malas anak dan menurunkan aktivitas fisik.

Tidur yang cukup

Kurang tidur dapat meningkatkan risiko obesitas pada anak. Ini karena kurang tidur dapat membuat anak makan lebih banyak dan kurang aktif secara fisik. 

  • Bayi 4-12 bulan → 12-16 jam per 24 jam
  • Balita 1-2 tahun → 1-2 tahun per 24 jam
  • Batita 3-5 tahun → 10-13 jam per 24 jam
  • Usia sekolah      → 6-12 jam per 24 jam
  • Remaja                → 13-18 jam per 24 jam

Itulah informasi mengenai obesitas dan cara mencegahnya. Ikuti seluruh tips tersebut agar kesehatan anak terjaga. Dengan berfokus pada pencegahan obesitas dan perubahan gaya hidup menjadi lebih baik, dapat meningkatkan dan menjaga kesehatan tubuh anak. Dengan begitu, anak dapat tumbuh kembang dengan optimal.

Selain itu, jika Bunda memiliki permasalahan ASI setelah melahirkan seperti puting lecet, payudara bengkak, dan ASI seret, Bunda bisa berkonsultasi dengan tim busuisehat.com melalui link  https://t.me/BusuiSehat.

Jangan lewatkan informasi menarik lainnya Bunda!

Alergi Makanan Pada Anak: Ketahui Penyebab dan Gejalanya Agar Kesehatan Anak Terjaga!

Ini 6 Daftar Makanan Yang Tidak Boleh Dikonsumsi Bayi Di Bawah 1 Tahun

Konsumsi Makanan Tinggi Gula Berbahaya Untuk Tubuh Loh Bunda!

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password