fbpx
Artikel Pilihan

Perokok Pasif: Ketahui Bahaya Asap Rokok Untuk Kesehatan Buah Hati!

bahaya asap rokok untuk bayi dan anak
bahaya asap rokok/ Sumber foto: freepik

Berada di satu lingkungan dengan perokok aktif akan berdampak buruk bagi kesehatan anak. Ini karena asap rokok mengandung zat beracun yang dapat memengaruhi kesehatan. Meskipun Bunda tidak merokok, tetap saja asap rokok dapat terhirup oleh anak-anak tanpa sengaja. Ini sebut sebagai merokok pasif.

Merokok pasif akan mengganggu sistem pernapasan bayi dan anak. Oleh karena itu, sebaiknya para orang tua tahu dampak dari rokok pasif.

Kandungan Asap Rokok

bahaya asap rokok untuk bayi dan anak

Asap rokok mengandung berbagai zat. Ada lebih dari 7.000 bahan kimia dan 250 di antaranya telah diidentifikasi bersifat racun. Sementara itu, lebih dari 70 di antaranya bersifat karsinogenik atau memicu kanker. Beberapa zat berbahaya lainnya yaitu:

  • Karbon monoksida
  • Nikotin
  • Tar
  • Hidrogen Sianida
  • Benzena
  • Formaldehida
  • Kadmium
  • Amonia
  • Arsenik

Bahaya Asap Rokok Untuk Kesehatan

bahaya asap rokok untuk bayi dan anak

Rata-rata, anak-anak lebih sering terpapar asap rokok dibandingkan orang dewasa yang tidak merokok. Bahan kimia dalam asap rokok lebih membahayakan bayi dan anak kecil daripada orang dewasa karena bayi dan anak kecil masih dalam masa pertumbuhan.

1. Berisiko Kematian Mendadak (SIDS)

Bayi yang terpapar asap rokok setelah lahir memiliki risiko dua kali lipat terkena SIDS (sindrom kematian bayi mendadak) dibandingkan bayi yang tidak terpapar. Bayi yang ibunya merokok sebelum dan sesudah lahir berisiko tiga sampai empat kali lipat terkena SIDS.

2. Infeksi Saluran Pernapasan

Kandungan berbahaya dalam asap rokok dapat merusak sel dalam sistem pernapasan. Sehingga tidak dapat beregenerasi dengan baik. Dilaporkan setiap tahunnya, sekitar 150.000 hingga 300.000 kasus infeksi saluran pernapasan pada anak-anak disebabkan oleh asap rokok. Selain itu, anak-anak juga rentan mengalami bronkitis, asma, dan pneumonia.

3. Infeksi Saluran Telinga

Anak-anak yang terpapar asap rokok rentan mengalami infeksi telinga. Asap rokok yang dihirup mengiritasi saluran eustachius sehingga saluran telinga terinfeksi. Hal ini mengakibatkan gangguan pendengaran pada anak.

4. Kerusakan Sel Jaringan Tubuh

Penelitian telah menemukan bukti yang menunjukkan bahwa perokok pasif rentan mengalami leukemia, limfoma, dan tumor otak pada masa kanak-kanak. Ini karena zat beracun dalam rokok mampu merusak sel jaringan tubuh dan mengganggu imunitas.

5. Berisiko Cerebral Palsy

Bayi yang ibunya perokok selama hamil berisiko lebih tinggi mengalami masalah perkembangan, seperti ketidakmampuan belajar dan cerebral palsy.

6. Berat Badan Rendah

Bunda yang menghirup asap rokok saat hamil berisiko melahirkan bayi dengan berat di bawah 2,5 kg (berat badan bayi normal). Bayi yang terlahir dengan kondisi tersebut rentan dan berisiko mengalami masalah kesehatan yang serius.

Asap rokok tidak sehat bagi siapa pun, terutama bagi bayi dan anak-anak. Satu-satunya cara untuk benar-benar melindungi anak dari paparan asap rokok adalah dengan berhenti merokok. Namun, penting juga untuk menjauhkan anak Bunda dari perokok lain. 

Selain menjauhkan anak dari asap rokok, Bunda harus memerhatikan asupan nutrisi Si Kecil. Pastikan kebutuhan nutrisi anak terpenuhi agar tumbuh kembangnya optimal. Berikan anak ASI eksklusif selama 0-2 tahun agar ketahanan tubuhnya baik. Untuk mewujudkan hal itu, Bunda bisa konsumsi ASI booster agar kualitas dan kuantitas ASI Bunda terjaga. 

Selain itu, jika Bunda memiliki permasalahan ASI setelah melahirkan seperti puting lecet, payudara bengkak, dan ASI seret, Bunda bisa berkonsultasi dengan tim busuisehat.com melalui link  https://t.me/BusuiSehat.

Jangan lewatkan informasi menarik lainnya Bunda!

7 Perubahan Tubuh Di Usia Kehamilan Trisemester Ketiga, Bunda Wajib Tahu!

Trisemeter 1: Ketahui Pertumbuhan dan Perkembangan Janin Di Awal Kehamilan

Rokok Berbahaya Bagi Bunda dan Si Kecil!

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password