Artikel Pilihan

Produksi ASI Berhenti? Coba Relaktasi Saat Menyusui!

ilustrasi menyusu/ Foto: Freepik

 

Apakah Bunda berhenti menyusui bayi karena produksi ASI berkurang, tetapi Bunda masih berharap bisa memberikan ASI pada Si Kecil? 

Kalau iya, Bunda masih ada kesempatan memberikan ASI untuk Si Kecil! Jika ASI Bunda terhenti produksinya, Bunda bisa mencoba relaktasi! Relaktasi ini dapat membantu payudara Bunda yang tidak menghasilkan ASI, jadi memproduksi ASI kembali. Sebagian Bunda dapat menyusui bayinya setelah melakukan relaktasi ini, tetapi perlu diingat jika setiap orang memiliki hasil yang berbeda, Bunda.

Baca juga: ASI Penting Untuk Bayi Penderita Penyakit Kuning

Apa itu relaktasi?

Relaktasi adalah proses di mana Bunda memproduksi ASI kembali setelah berhenti dalam beberapa hari, minggu, bulan, bahkan tahun. Proses relaktasi juga dapat dilakukan pada Bunda yang sebelumnya pernah menyusui anak kandung dan sekarang ingin menyusui kembali untuk anak angkat. 

Baca juga: Konsumsi Ikan Bikin ASI Bunda Amis, Mitos atau Fakta?

Cara relaktasi

Ada beberapa langkah dalam melakukan relaktasi, yang terpenting Bunda harus dalam keadaan siap, tenang, dan tidak stres. Penting juga untuk mendapatkan dukungan dari orang sekitar, suami dan orang tua. Tujuannya agar proses relaktasi ini dapat berjalan dengan lancar.

Cobalah relaktasi dengan tahap-tahap beirkut ini.

1. Letakkan bayi di payudara Bunda. Semakin sering Si Kecil menempel di payudara Bunda, semakin besar kemungkinan tubuh Bunda akan memproduksi susu lagi. Hal ini karena bayi yang menyusu pada payudara Bunda bisa memicu hormon prolaktin untuk memproduksi ASI. 

2. Pada awalnya, Bunda mungkin perlu menyusui bayi secara terus-menerus agar ASI Bunda mengalir. Untuk itu, Bunda harus tetap sabar. Cobalah menyusui bayi selama 15 hingga 20 menit setiap kali.

3. Bunda bisa menggunakan pompa payudara untuk menjaga stok ASI. Selain itu, Bunda perlu menambah makanan untuk Si Kecil saat Bunda mencoba relaktasi. Tindakan memompa ASI dapat merangsang payudara Bunda untuk memproduksi ASI. Bunda bisa memompa beberapa kali dalam sehari untuk meningkatkan peluang keberhasilan. Jika Bunda tidak memiliki pompa ASI, Bun dapat memerah payudara menggunakan tangan.

Dalam beberapa kasus, Bunda mungkin mendapat obat dari dokter yang mampu merangsang produksi ASI.

Seberapa cepat relaktasi bekerja?

Semakin cepat Bunda memulai relaktasi, semakin besar peluang Bunda untuk sukses. Sebab dasar produksi ASI adalah supply-demand, tanpa rangsangan proses relaktasi tidak akan berjalan lancar. Untuk hasil terbaik, relaktasi harus diimbangi dengan gaya hidup sehat. Kurangi konsumsi makanan yang tinggi lemak jahat, garam, dan gula. Hindari rokok, alkohol, dan minuman bersoda yang mampu mengganggu produksi ASI Bunda. 

Sebaiknya, perbanyak minum air putih dan konsumsi sayur, buah, kacang-kacangan. Selain itu, Bunda bisa menambahkan ASI booster untuk kesehatan dan menjaga kualitas serta kuantitas ASI.

Jika ASI Bunda tidak kunjung keluar meskipun sudah melakukan relaktasi, cobalah pijat oksitosin. Selain itu, Bunda bisa berkonsultasi dengan tim busuisehat.com melalui link https://busuisehat.com/chat/konsul-bundaku/

Itulah beberapa langkah relaktasi yang dapat Bunda coba di rumah secara mandiri. Perlu diingat untuk bersabar dan tetap tenang. Jangan lupa untuk memberikan makanan bayi (MPASI) selama Bunda mencoba relaktasi ini. Aga Si Kecil tetap mendapatkan nutrisi untuk pertumbuhannya.

Baca juga: Yuk Ketahui Pentingnya MPASI untuk Anak Bunda

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password