fbpx
Artikel Pilihan

7 Cara Memperkenalkan MPASI Pada Bayi Usia 6 Bulan, Bunda Harus Tahu Ini!

7 Cara Memperkenalkan MPASI Pada Bayi Usia 6 Bulan
perkenalan mpasi/ Sumber foto: freepik

 

Memperkenalkan makanan pertama kali pada bayi di usia 6 bulan adalah hal penting. Pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) sangat penting karena Si Kecil membutuhkan nutrisi lebih selama pertumbuhan dan perkembangan. 

Dengan konsumsi MPASI, Si Kecil dapat memenuhi kebutuhan nutrisi sehingga terhindar dari stunting. Selain itu, MPASI juga berguna melatih organ mulut bayi sebelum akhirnya bisa mengonsumsi makanan seperti orang dewasa. 

Namun, sebelum mengenalkan MPASI pada anak, Bunda bisa mencari tahu cara yang baik dan benar agar pemberian MPASI bisa berjalan lancar.

Berikut langkah awal menyiapkan MPASI pertama

7 Cara Memperkenalkan MPASI Pada Bayi Usia 6 Bulan

1. Menu MPASI pertama: Beri buah atau bubur

Sebenarnya tidak ada aturan baku tentang jenis makanan apa yang pertama kali harus diberikan pada Si Kecil. Namun, anak dengan berat badan normal sebaiknya diberikan buah dulu untuk MPASI pertamanya.

Sebaliknya, jika anak Bunda terlalu kurus, MPASI sebaiknya diberikan serealia karena mengandung karbohidrat yang tinggi. Karbohidrat ini baik untuk pertambahan berat badan anak. 

“Selain itu, sebaiknya Bunda memberi bayi buah yang tidak terlalu manis karena jika MPASI pertama sudah didominasi rasa manis, nantinya bayi akan menolak mengonsumsi makanan yang tidak terlalu manis,”

Bidan Cory Agusthina, SKM, CHE.

2. Hindari memberi penambah rasa

Bunda juga sebaiknya batasi pemberian gula, garam, dan zat tambahan lainnya pada menu MPASI 6 bulan bagi bayi yang baru belajar makan. Akan lebih baik jika MPASI pertama anak terasa hambar dengan tekstur yang sangat lembut dan terbuat dari bahan makanan yang tidak memicu alergi.

3. Nutrisi yang dibutuhkan

Saat menyiapkan menu MPASI, pastikan Bunda memenuhi berbagai nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang bayi. Penuhi asupan makro dan mikronutrien yang dibutuhkan meliputi karbohidrat dan lemak sebagai sumber energi, protein hewani, vitamin, mineral dan zat besi. Untuk meningkatkan berat badan bayi yang kurus, pemberian daging atau hati bisa dilakukan meski bayi masih berusia 6 bulan karena dapat langsung menaikkan berat badannya.

4. Menu makanan

Penggantian menu MPASI sebaiknya tidak dilakukan terlalu lama. Setelah beberapa hari diberi buah, Bunda bisa memberikan MPASI berupa serealia.

“Misalnya di minggu kedua, Bunda ingin mengenalkan jenis sayur dan umbi pun boleh saja. Tapi sebaiknya pilihlah salah satu jenis sayur dan umbi, kemudian beri dalam jumlah yang bertahap selama tiga hari, lalu ganti dengan menu lain. Tujuannya agar bayi tidak mudah bosan”,

Bidan Cory Agusthina, SKM, CHE.

5. Cara menyiapkan makanan

Makanan untuk MPASI pertama bayi sebaiknya diolah dengan cara direbus atau dikukus ya, Bunda.

Hindari memberi kan makanan yang digoreng karena bisa menyebabkan batuk dan radang tenggorokan pada bayi Bunda.

Pada tahap awal MPASI, makanan yang terlalu padat bisa disaring lalu dicairkan atau dihancurkan bersamaan dengan ASI atau air matang. Setelah beberapa lama, jika makanan bayi sudah mulai beragam, ibu bisa menggunakan blender untuk menghaluskannya.

6. Jumlah MPASI

Selain jenis makanan, Bunda harus perhatikan jumlah atau takaran MPASI anak. Jumlah MPASI awal yaitu sekitar 120 mililiter, lalu Bunda bisa tingkatkan porsi secara bertahap, sesuai minat dan kebutuhan bayi.

7. Jadwal makan

Sebenarnya tidak ada jadwal makan yang baku untuk bayi 6 bulan. Bunda bisa membuat jadwal makan sendiri atau berdiskusi dengan dokter spesialis anak. Sebagai referensi, Bunda bisa melihat jadwal berikut. 

  • Jam 06.00: ASI
  • Jam 08.00: Bubur susu
  • Jam 10.00: Buah
  • Jam 12.00: ASI
  • Jam 14.00: ASI
  • Jam 16.00: Buah
  • Jam 18.00: Nasi tim saring
  • Jam 20.00: ASI

Itulah beberapa cara pemberian MPASI pertama anak. Selama pemberian MPASI, Bunda juga harus memberikan ASI yang cukup karena bagaimana pun bayi masih membutuhkan nutrisi dari ASI.

Selama program MPASI, penting untuk meningkatkan dan menjaga kuantitas serta kualitas ASI. Untuk itu, Bunda bisa konsumsi ASI booster

Jika Bunda memiliki kekhawatiran terhadap permasalahan ASI lainnya seperti puting lecet, payudara bengkak, dan ASI seret, Bunda bisa berkonsultasi dengan tim busuisehat.com melalui link  https://t.me/BusuiSehat.

Untuk tips dan informasi seputar ibu menyusui, pantau terus Busuisehat ya!

Baca juga yuk Bunda!

Cara Menyimpan ASI Perah Agar Tahan Lama, Bunda Harus Tahu!

Cara Mencuci dan Sterilisasi Alat Pumping Yang Efektif!

MPASI: Ini 5 Tanda Bayi Bunda Siap Diberi MPASI

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password