Artikel Pilihan

Ikuti Tips dan Cara Membedong Bayi Yang Benar

cara bedong bayi
cara bedong bayi/ Sumber foto: freepik

Bedong bayi merupakan tradisi yang sudah dilakukan sejak zaman nenek moyang dan dilakukan secara turun temurun. Ada banyak manfaat dari membedong bayi, seperti menjaga suhu tubuh bayi agar tetap hangat, membuat bayi tidur nyenyak, dan mencegah bayi jatuh dari tempat tidur.

Namun, sebaiknya Bunda mencari tahu dan berlatih tata cara membedong bayi yang baik dan benar. Jika cara membedong bayi salah, bisa menghambat pertumbuhan bayi loh, Bunda. 

Yuk simak cara membedong bayi yang baik berikut ini!

Cara Bedong Bayi Yang Benar

cara bedong bayi

Jika Bunda ingin membedong bayi, pastikan tahu caranya. Bunda bisa ikuti langkah-langkah berikut ini:

1. Taruh kain bedong di permukaan yang datar

2. Lipat sedikit salah satu sudut kain bedong bayi

3. Kemudian letakan bayi pada lipatan selimut bedong, bahu bayi harus berada tepat di atas lipatan bedongan.

4. Posisi kedua lengan bayi harus berada di bawah kain, lurus sejajar dengan tubuh

5. Tarik sudut selimut bedong ke arah kiri, pastikan kain menutupi lengan kiri dan dada bayi

6. Kemudian selipkan sudut selimut di bawah sisi kanan tubuh bayi (jangan terlalu kencang atau ketat, beri sedikit kelonggaran agar bayi bisa bergerak)

7. Tarik sudut selimut yang lain ke arah kanan sehingga menutupi lengan kanan dan tubuh bayi

8. Pastikan ujung bawah selimut diselipkan ke bagian belakang kaki

9. Ikat ujung kain selimut (yang berada di bawah kaki) dengan simpul (Ikatan jangan terlalu kencang)

Tips Membedong Bayi

Sebelum mempraktikan cara membedong bayi di atas, ada baiknya Bunda perhatikan tips-tips berikut ini.

1. Gunakan kain selimut berbahan katun lembut agar bayi nyaman.

2. Membedong bayi harus di permukaan yang datar, seperti tempat tidur atau lantai beralas kasur

3. Jangan membedong bayi terlalu ketat (Hal ini bisa menyebabkan persendian pada kaki bayi melonggar karena kaki terlalu diluruskan. Selain itu, cara ini juga dapat merusak tulang rawan lunak dari rongga pinggul yang mengarah pada hip dysplasia)

4. Pastikan ruangan bayi nyaman dengan sirkulasi udara yang baik 

Itulah cara dan tips membedong bayi yang benar. Bunda bisa mencoba cara dan tips tersebut di rumah. Ingat, jangan bedong bayi terlalu ketat ya Bunda agar tumbuh kembang bayi tidak terhambat. 

Selain itu, penting untuk menjaga asupan ASI Si Kecil. Kandungan ASI dapat meningkatkan imunitas dan tumbuh kembang bayi. Berikan ASI eksklusif pada bayi minimal hingga bayi berusia 6 bulan. Untuk mendukung program ASI eksklusif, Bunda bisa konsumsi  ASI booster untuk tingkatkan kesehatan dan kualitas ASI.

Jika Bunda memiliki keluhan selama menyusui seperti puting lecet, payudara bengkak, dan ASI mampet, Bunda bisa berkonsultasi dengan tim busuisehat.com dengan link  https://t.me/BusuiSehat.

Baca juga informasi menarik lainnya yuk Bunda!

Apakah Bayi Bunda Harus Dibedong? Simak Penjelasan Ini Bunda!

Mitos dan Fakta: Bolehkah Ibu Menyusui Mengonsumsi Nanas?

Alergi Makanan Pada Anak: Ketahui Penyebab dan Gejalanya Agar Kesehatan Anak Terjaga!

 

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password