fbpx
Artikel Pilihan

Jangan Panik Bunda, Ini Penyebab ASI Tidak Keluar Setelah Melahirkan

langsing pasca melahirkan
asi tidak keluar setelah melahirkan/ Sumber foto: freepik

ASI mengandung antibodi yang penting bagi tubuh Si Kecil. Sayangnya, tidak semua Bunda bisa memberikan ASI dengan lancar. Dalam beberapa kasus, Bunda tidak dapat memberikan ASI setelah melahirkan. Tentu ini membuat Bunda frustasi dan merasa bersalah karena tidak bisa memberikan Si Kecil asupan terbaik. Akhirnya, dengan terpaksa bayi harus diberi susu formula.

Lalu, apa penyebab ASI tidak keluar setelah melahirkan?

Apakah itu hal yang wajar?

Lalu bagaimana cara supaya ASI lancar?

Simak penjelasan berikut ini!

Penyebab ASI Tidak Keluar Setelah Melahirkan

Pemberian ASI adalah pilihan terbaik untuk bayi baru lahir. Sayangnya, hal ini mungkin tidak dapat dilakukan bagi Bunda. Ada banyak alasan mengapa ASI tidak keluar setelah melahirkan. Namun, hal ini wajar kok Bunda. 

Saat melahirkan tubuh Bunda akan mengalami penurunan hormon progesteron. Hormon ini ikut hilang saat plasenta (ari-ari) bayi keluar dari rahim saat proses persalinan. Nah, penurunan kadar progesteron ini membuat produksi ASI terhambat. Biasanya, tubuh membutuhkan waktu 2 hingga 3 hari agar kembali normal dan dapat memproduksi ASI kembali. Namun, jika produksi ASI Bunda tidak kunjung meningkat setelah 3 hari pasca melahirkan, bisa saja ada faktor lain yang menyebabkan produksi ASI terhambat.

Faktor Penyebab Produksi ASI Terhambat

ASI Tidak Keluar Setelah Melahirkan: Ketahui Penyebabnya!

Ada beberapa faktor lain yang dapat menghambat produksi ASI Bunda antara lain:

1. Stres

Stres salah satu alasan utama berbagai penyakit. Ini termasuk kecemasan, penyakit jantung, depresi, dan menurunnya produksi ASI. Ketika stres kadar hormon kortisol, adrenalin, dan norepinefrin akan meningkat sehingga menghambat hormon prolaktin untuk memproduksi ASI.

2. Gangguan Tiroid

Kelenjar tiroid, meskipun kecil, sangat penting untuk menjaga keseimbangan hormon, termasuk hormon prolaktin. Kelenjar tiroid yang tidak berfungsi akan menyebabkan ketidakseimbangan hormon. Ini mengakibatkan produksi ASI rendah atau tidak ada sama sekali. Prolaktin membantu produksi ASI selama kehamilan dan hormon oksitosin membantu kelancaran aliran ASI ke saluran susu. Jika tubuh kekurangan dua hormon ini akan mengganggu produksi ASI.

3. Gaya Hidup Tidak Sehat

Kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, dan konsumsi junk food dapat memengaruhi kesehatan tubuh Bunda. Jika kesehatan tubuh mengalami penurunan, produksi ASI juga bisa menurun.

4. Penggunaan KB

Penggunaan KB dapat memengaruhi hormon dalam tubuh, termasuk hormon pembentuk ASI. Ini karena KB mengandung hormon estrogen yang mampu menekan produksi hormon prolaktin. 

5. Mengonsumsi Obat dan Jamu Herbal 

Beberapa obat dan jamu herbal seperti sage, oregano, peterseli, dan peppermint dapat menghambat produksi ASI. yang dapat menghambat produksi ASI. Dianjurkan untuk berkonsultasi dengan praktisi medis atau konsultan laktasi sebelum mengonsumsi obat tertentu.

Selama menyusui, sebaiknya Bunda fokus pada kesehatan serta kualitas dan kuantitas ASI. Agar kebutuhan nutrisi Si Kecil terpenuhi. Bunda bisa konsumsi  ASI booster untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas ASI.

Jangan lupa ya Bunda, hindari stres, konsumsi makanan sehat, dan istirahat yang cukup. Jika Bunda punya keluhan seputar menyusui seperti puting lecet, payudara bengkak, ASI tidak keluar, dan seret silakan berkonsultasi dengan tim busuisehat.com melalui link  https://t.me/BusuiSehat.

Jika informasi ini bermanfaat bagi Bunda, jangan lupa share ke Bunda lainnya, ya!

Baca juga yuk informasi ini Bunda!

Berbagai Warna ASI Selama Menyusui yang Perlu Bunda Ketahui

7 Cara Mengatasi Bayi Kembung Yang Harus Bunda Tahu

Bentuk Puting Berpengaruh Terhadap Kelancaran ASI Bunda Loh!

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password