Kisah Nyata Perjuangan Bunda Putri Meningkatkan Produksi ASI Dalam Waktu Singkat

*Disclaimer: Ini adalah hasil yang aku alami. Hasil yang didapatkan mungkin berbeda-beda tergantung kondisi kondisi tubuh individu bunda dan bayi masing-masing.
Aku biasa disapa “Bunda Putri”. Kini aku dan suami tinggal di Jakarta. Kesibukan sehari-hari sebagai pegawai kantor dan seorang istri yang mengurus rumah tangga, semuanya biasa kukerjakan sendiri. Usiaku 29th, masih tergolong muda bila dibandingkan dengan kebanyakan ibu rumah tanggal pada umumnya.
 
Perjuangan menghadapi tantangan yang luar biasa bagi seorang ibu yang baru melahirkan demi anakku agar mengkonsumsi ASI pasca melahirkan itu tidak mudah. Jujur saja sebenarnya aku enggan menceritakan hal ini kepada publik, karena kupikir mungkin tidak semua orang memiliki masalah yang sama.
 
Tapi ternyata setelah beberapa kali aku coba sharing dengan lingkungan sekitar tentang “Bagaimana Melancarkan dan Memperbanyak ASI” saat itu, Alhamdulillah banyak yang merasa terbantu.
 
Semoga melalui tulisan ini, akan lebih banyak bunda yang tahu dan paham akan pentingnya menjaga kesehatan, Melancarkan dan Memperbanyak ASI dengan cara yang tepat, khususnya untuk ibu pasca melahirkan.
 
Menjadi pegawai kantor dan seorang istri menuntutku untuk selalu dapat memberikan yang terbaik bagi keluarga. Setelah lahir anak pertamaku, aku menjadi tidak leluasa beraktifitas. Anak yang sering rewel dan kurangnya tidur. Yang paling menyedihkan adalah ketika aku tidak dapat melayani suami dengan baik, karena kesibukanku diawal-awal menjadi seorang ibu.
 
Pasca Melahirkan Anak Pertama
 
Pertengahan tahun 2019 kemarin, 2 minggu pasca melahirkan merupakan tantangan terberat dalam hidup, Anakku yang baru berumur 1 hari belum mendapatkan ASI Pertama/ Kolostrum. Rasa terpukul, cemas, stres melanda bahkan aku sering menangis. karena memang kata saudara-saudaraku ASI Pertama/ Kolostrum adalah ASI terbaik di awal-awal pasca melahirkan. Setelah 2 hari pasca melahirkan, Alhamdulillah secara alami ASI Kolostrum keluar walaupun hanya hitungan tetes setiap harinya. 
 
Sedih sekali setiap mencoba berbagai cara, namun hasilnya tetap sama dan tidak ada perkembangannya. Mulai dari Pijat laktasi, makan sayur mayur dan sejenisnya, makan daging-dagingan, Namun tetap saja ASI ku tidak mencukupi. Setiap malam hari Bayi ku merasa gelisah dan sering menangis karena merasa tidak kenyang minum ASI dan akibatnya Berat badan bayi tidak kunjung naik, malah cenderung turun, karena produksi ASI sedikit dan terhambatnya pengeluaran ASI. PD pun terasa kempis dan tidak berisi. Aku sudah merasa pasrah, karena sudah berhari-hari ASI keluar sedikit. Sudah berusaha untuk mencoba ASI Booster lain, tapi tidak berefek sama sekali, bahkan cenderung membuatku mual karena rasanya tidak enak, lebih terparah lagi ternyata aku mengalami Alergi, Karena ASI Booster mengandung campuran susu sapi atau kacang-kacangan. Alhamdulillah alergi tidak sampai tertular kepada anakku. Sampai pada titik jenuh, aku pernah berpikir untuk kasih Sufor.
 
Perjuanganku Dimulai
 
Rasa khawatir dan penasaranku tiba, aku coba googling apa akibatnya jika bayi kekurangan ASI atau tidak sama sekali diberi ASI. Setelah baca artikel, Kaget bukan main ternyata dampak dalam jangka panjang bisa berakibat fatal yaitu bisa mengidap Stunting, dimana kondisi ketika anak lebih pendek dibandingkan anak-anak lain seusianya, atau dengan kata lain, tinggi badan anak berada di bawah standar.
 
Selain itu, dampak lain dari Stunting pada anak juga Meningkatnya risiko obesitas dan penyakit lainnya, Menurunnya kesehatan reproduksi, Kapasitas belajar dan performa yang kurang optimal saat masa sekolah dan Produktivitas dan kapasitas kerja yang tidak optimal.
 
Dampak jangka pendek yaitu, Peningkatan kejadian kesakitan dan kematian, Perkembangan kognitif, motorik, dan verbal pada anak tidak optimal, Peningkatan biaya kesehatan.
 
Yang membuatku tercengang adalah Di Asia Tenggara, Indonesia menempati posisi ke-3 untuk jumlah stunting terbanyak. Pada tahun 2017, walaupun jumlahnya turun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, masih ada 3 dari 10 balita Indonesia yang mengalami stunting.
 
Stunting terjadi karena kurangnya asupan gizi pada anak dalam 1000 hari pertama kehidupan, yaitu semenjak anak masih di dalam kandungan hingga anak berusia 2 tahun. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya asupan protein. Stunting pada anak bisa disebabkan oleh masalah menyusui dan tidak mencukupi asupan nutrisi serta protein. 
 
Dititik itu aku sudah sangat putus asa, sering menangis. Waktu, biaya dan tenaga telah banyak dikorbankan namun sama sekali tidak menunjukkan adanya perubahan yang signifikan pada kelancaran dan kualitas ASI ku. Aku merasa tertipu dengan banyaknya produk dan informasi di sosial media yang mengatakan bahwa produksi ASI bisa banyak dan cepat. Seolah mereka memberikan janji kosong yang mumpuni.
 
Dalam kesedihan mendalam, disetiap renunganku tidak pernah berhenti berdoa agar Tuhan memberiku petunjuk agar ASI ku bisa banyak dan mempunyai kualitas yang bagus.
 
Akhirnya Tuhan Menjawab Doaku
 
Beberapa minggu kemudian saat sedang browsing tentang kiat-kiat cara memperbanyak produksi dan memperbaiki kualitas ASI, tanpa sengaja kutemukan artikel tentang JamAsi (Herbal Alami Penambah ASI Produk ASLI Indonesia). Seakan tak mau lagi dibohongi tanpa adanya perubahan yang berarti, aku menjadi sangat berhati-hati menggali informasi terkait dengan JamAsi.
 
Setelah aku riset yang mendalam dan bertanya banyak pada customer service JamAsi, untuk mengetahui betul atau tidak khasiat JamAsi, ternyata Didalam JamAsi terkandung Ekstrak Moringae  Oleifera folium (Daun Kelor), Ekstrak Sauropi Androgynii folium (Daun katuk), 2 tanaman tersebut yang diyakini oleh banyak orang sebagai bahan produksi dan pelancar ASI secara alami herbal tanpa efeksamping. Selain itu terdapat juga Ekstrak Centellae asiatica herba  (Pegagan) yang berfungsi Melancarkan aliran darah dan Meningkatkan fungsi kognitif otak sangat bagus untuk perkembangan otak bayi. 
 
Selain itu, Customer service JamAsi memberikan informasi bahwa ekstrak tanaman yang digunakan JamAsi menggunakan teknologi nano sehingga dapat menambah dan memperlancar  ASI dalam waktu yang relatif singkat. Partikel dengan skala nanometer tersebut menghasilkan ramuan alami yang mudah diserap oleh tubuh dan khasiatnya bisa cepat dirasakan. JamAsi juga sudah sertifikasi BPOM 183311961 dan LPPOM MUI HALAL. Aku coba cek di website BPOM ternyata benar sudah terdaftar.
 
Alhamdulillah, Semakin membuatku tenang dan percaya terhadap produk ini, karena memang aku selalu khawatir terhadap produk yang belum sertifikasi BPOM dan Halal. 
Setelah mendengar banyak penjelasan, langsung saja kuputuskan untuk memesan JamAsi Kebetulan harganya juga cukup terjangkau, tidak semahal produk-produk luar negeri yang belum tentu terbukti kebenarannya dan sertifikasi standar obat dan makanan di Indonesia.
 
Pengalaman Pertamaku Mengkonsumsi JamAsi
 
Sekitar dua hari kemudian, JamAsi yang kupesan tiba. Tanpa mau menunda-nunda langsung kubuka kemasannya, lalu kubaca petunjuk pemakaiannya dengan teliti dan segera ku minum. Sebelum aku minum, memang PD dalam kondisi kempis dan tidak berisi ASI sama sekali. 
 
JAMASI PENAMBAH ASI
Setelah aku minum 1 kapsul, Aku sabar menunggu sesuai ketentuan yang ada, aku diharuskan menunggu minimal 2-3 jam kemudian agar tahu apakah sudah mulai berasa PD berisi dan kencang atau tidak sama sekali. 
 
Setelah aku sedikit pijat PD, ternyata dengan kagetnya ASI keluar muncrat dan deras, segera aku dekatkan anakku untuk menghisapnya. Bahagianya hatiku senang tidak karuan dan terlihat bayiku menikmati derasnya ASI, sampai-sampai bayiku tersedak saking derasnya ASI yang keluar.
 
Malam demi malam ku lewati, anakku sudah tidak rewel lagi karena ASI sudah tercukup dan tidurnya pun cukup tenang dan lelap. seminggu kemudian Aku coba untuk cek kondisi anak ke bidan terdekat, ternyata berat badan anak ku mulai naik dari 3,3kg saat ini sudah 4,2kg di umurnya yang masih 1 bulan. Selain konsumsi JamAsi saat itu aku juga memperhatikan kualitas makanan yang aku komsumsi dan perbanyak minum air putih.
 
Keseluruhan informasi penting yang aku rangkum di atas adalah kisah nyata aku sendiri, semoga dapat berguna untuk khalayak luas terutama bunda yang mungkin memiliki cerita sama seperti aku. 
 
Untuk informasi pemesanan JamAsi dapat menghubungi langsung Customer Service JamAsi memiliki respon yang sangat cepat dan sangat nyaman untuk konsultasi. Silahkan klik tombol di bawah ini.