Bunda Harus Coba, Pijat Laktasi Untuk Memperlancar ASI

Bunda Harus Coba, Pijat Laktasi Ini Untuk Memperlancar ASI

Reviewed By : Tim Konsultan ASI Busuisehat | 25 Januari 2021 13.00 WIB

Ilustrasi pijat laktasi/ Foto:  Happy Family

Jakarta, (25 Januari 2021) – Saat menyusui, menjaga kualitas dan kuantitas produksi air susu ibu (ASI) menjadi salah satu hal yang sangat penting. Berbagai cara pun harus dilakukan untuk bisa meningkatkan produksi ASI. Mulai dari mengonsumsi ASI booster, menggunakan teknik power pumping, hingga melakukan teknik pijat laktasi.

Pijat laktasi sangat mudah dan bisa dilakukan di waktu senggang lho Bun. Selain membantu meningkatkan produksi ASI, pijat laktasi juga bisa membantu melancarkan aliran ASI dan mencegah terjadinya sumbatan pada payudara Bunda.

Lalu bagaimana langkah-langkah pijat laktasi?

Yuk simak informasi lenkgkapnya yang sudah dirangkum oleh Busuisehat.com mengenai pijat laktasi di bawah ini:

Pengertian & Persiapan Pijat Laktasi

Pijat laktasi adalah salah satu teknik yang bisa dilakukan ibu baru melahirkan dan memiliki banyak manfaat bagi kelancaran menyusui. Salah satunya yaitu adalah membantu melancarkan produksi ASI lho Bun. Teknik pijat laktasi juga bisa dilakukan saat terasa ada sumbatan pada payudara, yang diakibatkan oleh tidak lancarnya aliran ASI.

Dilansir dari Healthline, bahwa payudara bisa bengkak bila ASI tidak rutin diperah, sementara produksinya sedang banyak-banyaknya. Nah jadi apakah Bunda ingin memerah ASI secara rutin atau tidak? Semua tergantung keputusan Bunda masing-masing..

Apabila saat menyusui Bunda kerap mengalami bengkak di payudara, pijat laktasi juga bisa dilakukan untuk membantu mengurangi bengkak tersebut lho Bun.

Untuk melakukan pijat laktasi, pastikan Bunda sedang rileks dan tidak terburu-buru, ya. Sediakan waktu setidaknya minimal 15 menit. Namun, akan lebih baik pula jika pijat laktasi dilakukan sebelum waktunya menyusui atau memerah ASI.

Jangan lupa cuci tangan terlebih dahulu. Kemudian siapkan minyak pijat yang berbahan alami dan tidak mengandung bahan kimia berbahaya. Bunda bisa menggunakan minyak zaitun, baby oil atau minyak kelapa.

Lalu tuangkan minyak secukupnya pada telapak tangan dan gosokkan kedua telapak tangan sampai merata, baru kemudian oleskan pada payudara. Langkah-langkah pijat laktasi bisa Bunda lakukan dengan cara berikut:

1. Duduk Atau Berdiri Di Depan Cermin

Akan jauh lebih baik jika Bunda bisa melakukan pijat laktasi di depan cermin. Bunda bisa mencari posisi yang nyaman, misalnya dengan duduk atau berdiri.

Melakukan pijat laktasi di depan cermin akan membantu Bunda memastikan sudah melakukan beberapa tekniknya dengan tepat.

Jika sudah di depan cermin, angkat satu sisi payudara dengan tangan kiri dan kemudian tahan bagian atas payudara tersebut dengan tangan kanan. Lakukan gerakan memutar secara perlahan dengan arah yang berlawanan.

Misalnya apabila tangan kiri maju ke arah kanan, maka tangan kanan maju ke arah kiri. Lakukan gerakan ini sebanyak 20 kali.

2. Gerakan Naik Dan Turun

Setelah gerakan pertama selesai, jika perlu ambil dan gosok-gosok telapak tangan Bunda dengan minyak lagi.

Setelah itu posisikan kedua telapak tangan di sisi samping salah satu payudara. Rasakan apakah ada sumbatan atau bagian payudara yang mengeras.

Gerakkan kedua telapak tangan gerakan naik dan turun secara bergantian ya Bun. Jadi misalnya tangan kanan ke atas, maka tangan kiri ke bawah dan lakukan terus sampai 20 kali. Ulangi gerakan ini di sisi payudara yang lain.

3. Pijat Bagian Sekitar Puting

Apabila Bunda merasa ada sumbatan di area dekat puting, maka teknik pijat laktasi berikutnya ini bisa membantu mengatasi masalah tersebut.

Angkat salah satu sisi payudara dengan tangan kiri. Kemudian posisikan empat jari tangan kanan Bunda di sisi atas puting payudara tersebut, mulai dari jari telunjuk hingga kelingking.

Lakukan gerakan melingkar di area sekitar puting atau area yang teraba keras seperti ada sumbatan, sampai terasa melunak ya Bun. Lakukan gerakan ini setidaknya 20 kali juga.

4. Temukan Sumbatan Di Puting

Hati-hati ya Bunda. Puting yang tersumbat juga bisa menjadi penyebab terjadinya mastitis dan mengganggu proses menyusui. Mastitis adalah peradangan pada jaringan payudara, yang biasanya terjadi karena proses menyusui yang tidak lancar. Sumbatan pada puting juga bisa menyebabkan terjadinya milk blister yang terlihat seperti jerawat pada puting.

Apabila Bunda curiga mengalami hal ini, selain memijat area sekitar puting, ada baiknya Bunda juga melakukan pijatan di puting susu. Tapi lakukan pijatan ini dengan perlahan, ya.

Dengan menggunakan posisi yang sama seperti sebelumnya, tempatkan empat jari tangan Bunda di atas sekitar puting, sementara ibu jari di sisi bawah puting. Lakukan gerakan melingkar di area tersebut 20 kali atau sampai sumbatan hilang dan aliran ASI bisa lancar kembali.

5. Pijat Area Payudara Sekitar Ketiak

Setelah sumbatan sudah mulai menghilang, Bunda bisa membantu melancarkan aliran ASI dari sisi luar payudara. Caranya, lakukan pijatan lembut dari bagian luar payudara atau area di bawah ketiak dan tengah belahan dada, menuju ke puting susu.

Pastikan tidak ada lagi bagian payudara yang keras dan sudah lebih lunak ya, Bun. Jangan lupa melakukan pijatan ini pada sisi payudara yang lainnya.

Selain pada payudara, pijat laktasi juga bisa dilakukan pada bagian tubuh lain untuk membantu membuat Bunda rileks. Misalnya di punggung dan tengkuk. Nah, untuk bagian tubuh ini sebaiknya Bunda meminta bantuan Ayah atau anggota keluarga lain.

Pijatan pada ibu menyusui di bagian-bagian tubuh ini dapat memberikan efek rileks, melancarkan aliran darah, dan membantu meningkatkan produksi ASI.

Itulah informasi mengenai pijat laktasi untuk melancarkan produksi ASI. Jika saat melakukan teknik pijat laktasi ini payudara sedang penuh ASI, jangan lupa siapkan botol atau wadah lainnya untuk menampung ASI yang ‘bocor’ saat payudara dipijat ya Bun.

Setelah melakukan pijat laktasi ini, ASI biasanya akan keluar lebih banyak dan lancar. Segera perah ASI atau bersihkan payudara dari sisa minyak sebelum menyusui si Kecil. Namun, apabila ASI yang keluar tetap sedikit/seret dan tidak bertambah sama sekali, Alangkah baiknya jika Bunda mencoba untuk minum susu Almond piihan terbaik di bawah ini, yang sudah dipercaya oleh ribuan Bunda menyusui di Indonesia. Karena menurut Tim Konsultan ASI Busuisehat.com, susu Almond di bawah ini merupakan susu Almond pilihan terbaik dengan banyak kandungan Nutrisi, Vitamin, dan Protein yang tinggi.

Jadi, Yuk kepoin pengalaman Bunda yang sudah mencoba dengan mengklik tombol di bawah ini.

© 2021 Copyright Busuisehat.com
Hak Cipta Dilindungi All rights reserved

4 Fakta Tersembunyi dalam Menyusui yang Sering Tidak Diketahui Oleh Bunda

4 Fakta Tersembunyi Dalam Menyusui Yang Sering Tidak Diketahui Oleh Bunda

Reviewed By : Tim Konsultan ASI Busuisehat | 22 Januari 2021 14.00 WIB

Ilustrasi Ibu Menyusui/ Foto: Ibu Menyusui

Jakarta, (22 Januari 2021) – Fakta menyusui berkaitan dengan apa yang dialami Bunda dalam proses menyusui. Misalnya masalah pelekatan, ASI tidak keluar, ASI mampet/seret atau bahkan puting lecet.

Bunda, menyusui memang terjadi secara alami. Namun, banyak juga bunda yang tidak mampu melakukannya karena masalah-masalah di atas.

Dilansir dari situs resmi theasianparent.com. Berikut ini adalah fakta tersembunyi yang sering tidak diketahui oleh semua orang. Ketidaktahuan ini banyak menyebabkan Bunda bingung saat mengetahui fakta tersembunyi ini dan merasa harus menghadapinya dengan tegar. 

Fakta Menyusui 1  -> Melibatkan Semua Orang

Butuh kesabaran dan tekad yang kuat ya Bun agar Bunda berhasil menyusui bayi sejak pertama lahir. Kesuksesan menyusui Bayi ternyata membutuhkan keterlibatan semua orang, mulai dari suami, konsultan laktasi, teman-teman Bunda, juga keluarga Bunda dan masyarakat.

Karena itu, Bunda juga seharusnya bisa menyusui dengan bebas, di tempat publik tanpa harus menerima hinaan dan cibiran.

Fakta Menyusui 2 -> Prosesnya Bisa Sangat Menyakitkan

Tidak semua Bunda menjalani proses menyusui yang mudah lho, banyak juga yang mengalami kesakitan saat menyusui. Contohnya, saluran ASI tersumbat yang menyebabkan ASI tidak keluar sama sekali, puting lecet, hingga mastitis.

Membicarakan masalah-masalah yang terjadi saat menyusui dengan Konsultan ASI profesional bisa membuat Bunda merasa lebih lega, dan tidak sendirian lho, Bunda pun merasa terpacu untuk lebih semangat berjuang dalam menghadapi rasa sakit yang ia alami setiap hari. Untuk itu kami membuka pendaftaran Konsultasi Gratis dari Tim Konsultan ASI Almoon, agar Bunda bisa melakukan konsultasi sekarang juga ya Bun.

Fakta Menyusui 3 -> Pola Makan Bunda Akan Berubah

Apa yang Bunda makan selama menyusui akan langsung berpengaruh pada bayi lho. Karena itu, Bunda tidak hanya disarankan mengkonsumsi makanan-makanan sehat dan bernutrisi tinggi, tapi juga disarankan mengkonsumsi susu Almond dan jahe Merah yang sudah menjadi rekomendasi terbaik dari para Bunda menyusui se-Indonesia.

Fakta Menyusui 4 -> Prosesnya Sangat Melelahkan

Menyusui bukanlah pekerjaan yang mudah. Bunda menyusui harusnya bisa mengungkapkan semua masalah dan tantangan yang ia hadapi dalam proses ini, tanpa harus merasa takut dihakimi apalagi dihina.

Jadi untuk segenap keluarga Bunda yang menyusui dan tentunya juga suami, harus bisa memberikan dukungan positif pada ibu menyusui agar semua masalah yang ia hadapi bisa selalu dihadapi dengan baik.

Selain itu, Tim Konsultan ASI kami merangkum bahwa fakta-fakta tentang menyusui di bawah ini wajib untuk diperhatikan agar dapat menambah motivasi Bunda dalam menyusui :

1. Perjuangan Melawan Depresi Postpartum

Institut Kesehatan Mental Nasional mendefinisikan Depresi Postpartum (PPD) sebagai:

“Gangguan suasana hati yang dapat memengaruhi perempuan setelah melahirkan. Ibu dengan depresi pasca melahirkan mengalami perasaan kesedihan, kecemasan, dan kelelahan ekstrim yang mungkin menyulitkan mereka untuk menyelesaikan kegiatan perawatan sehari-hari bagi diri mereka sendiri atau orang lain.”

Untuk waktu yang lama, perempuan enggan membicarakan Depresi Postpartum yang mereka alami dan menganggapnya sebagai sesuatu yang perlu dirahasiakan.

Ada 15 persen ibu baru sedang berjuang dengan Depresi Postpartum sekarang!

NIMH juga menyatakan bahwa:

“Depresi pasca melahirkan tidak memiliki penyebab tunggal, tetapi kemungkinan hasil dari kombinasi faktor fisik dan emosional. Depresi pasca melahirkan tidak terjadi karena sesuatu yang dilakukan atau tidak dilakukan oleh seorang mama.”

Tingkat estrogen dan progesteron yang turun dengan cepat di tubuh Bunda, ini dapat menyebabkan depresi pasca melahirkan. Setelah melahirkan, kadar hormon ini dengan cepat menurun dan menciptakan reaksi kimia di otak kamu yang dapat memicu perubahan suasana hati.

Kabar baiknya adalah untuk perempuan yang baru melewati persalinan dengan pengalaman Depresi Postpartum adalah, “Menyusui membuat ibu rileks, mengurangi stres, dan memberikan pengalaman ikatan yang penting. Faktor-faktor ini bersama-sama dapat membantu dengan gejala Depresi Pasca Persalinan.”

2. Menyusui Adalah Booster Untuk Sistem Imun Bayi

Bukan jadi rahasia lagi bahwa ASI terdiri dari sifat-sifat menakjubkan yang membantu pertumbuhan bayi.

Sistem kekebalan tubuh adalah jaringan sel dan protein yang melindungi tubuh kamu dari infeksi. Dalam sistem kekebalan yang berkembang, ketika virus atau bakteri memasuki tubuh kamu, sel-sel darah putih kamu beraksi dan menciptakan antibodi, yang melawan penyusup.

Antibodi kamu juga mengingat “serangan” ini dan menyimpan informasi sehingga kamu dapat dengan mudah melawannya di masa depan.

Sepanjang hidup mereka(bayi), mereka secara alami akan membangun kekebalan melalui proses paparan. Ketika mereka terkena berbagai kuman yang menyebabkan penyakit, mereka perlahan-lahan akan membangun antibodi mereka sendiri.

3.) 6 bulan pertama adalah Masa Yang Penting Bagi Bayi Baru Lahir

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan menyusui hingga bayi Bunda mencapai usia dua tahun. Meskipun ini adalah situasi yang ideal, tidak semua orang mampu mencapainya.

Jika Bunda tidak dapat menyusui selama dua tahun penuh, WHO menyoroti pentingnya menyusui secara eksklusif selama enam bulan pertama di kehidupan anak Bunda.

Organisasi Kesehatan Dunia telah menemukan bahwa pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama dapat menyelamatkan 220.000 anak per tahun.

Hal ini disebabkan fakta, bahwa enam bulan pertama sangat penting dalam perkembangan bayi. Selama bulan-bulan pertama, bayi akan membangun kekebalan dan arsitektur otak kognitif mereka.

Begitu bayi Bunda mencapai usia enam bulan, tingkat energinya melebihi apa yang hanya bisa diberikan ASI. Pada saat ini, Bunda bisa mulai memperkenalkan makanan padat.

Pada titik ini, pemberian ASI eksklusif bukan pilihan yang paling menguntungkan untuk bayi dan Bunda harus melengkapi dengan makanan/minuman padat nutrisi.

Bunda juga harus terus menyusui selama periode pemberian makan pertama ini untuk memastikan bahwa bayi telah menerima sebanyak mungkin manfaat dari nutrisi yang dikonsumsinya. Untuk itu dalam hal ini, Bunda boleh dianjurkan untuk mengkonsumsi susu Almond dan Jahe Merah yang kaya akan nutrisi, vitamin dan protein yang tinggi. Oleh karena itu, kami menyarankan agar Bunda harus cerdas dalam memilih susu Almond dan Jahe Merah yang berkualitas tinggi. 

Menurut berbagai pengalaman Bunda yang sudah mencoba, kami menemukan bahwa susu Almond dan Jahe Merah di bawah ini sudah terbukti membantu melancarkan dan meningkatkan kualitas ASI dalam waktu yang super singkat. Selain kandungan Nutrisi, Vitamin, dan Proteinnya yang tinggi, kedua ‘ramuan sempurna alami’ ini aman untuk dikonsumsi oleh para Bunda menyusui, naum apabila Bunda mempunyai riwayat penyakit yang berat, kami menyarankan agar Bunda melakukan Konsultasi dahulu kepada tim Konsultan ASI Almoon Milk secara gratis yang bisa Bunda dapatkan sekarang juga.

Yuk, cek pengalaman setiap Bunda yang sudah mencoba dengan mengklik tombol di bawah ini ya Bun..

 

© 2021 Copyright Busuisehat.com
Hak Cipta Dilindungi All rights reserved

Tips Sukses Memperbanyak ASI Melalui Teknik Power Pumping, Perhatikan Jadwalnya

Tips Sukses Memperbanyak ASI Melalui Teknik Power Pumping, Perhatikan Jadwalnya

Reviewed By : Tim Konsultan ASI Busuisehat | 21 Januari 2021 12.00 WIB

Ilustrasi dari ASI Berlimpah/ Foto: Breastmilk/kantong ASI

Jakarta, (21 Januari 2021) – Bunda pernah dengar teknik power pumping dalam menyusui? Teknik ini diyakini bisa meningkatkan suplai ASI lho.

Power Pumping merupakan teknik menyusui yang dimaksudkan untuk memberi dorongan agar suplai ASI meningkat. Cara ini bisa menstimulasi pemberian makan pada bayi yang sering menyusui.

Mengutip haibunda.com, teknik power pumping dikembangkan Catherine Watson, seorang konsultan laktasi bersertifikat internasional. Penerapan teknik ini sama dengan mengosongkan pasokan ASI dalam interval waktu yang cepat, sehingga tubuh bisa memproduksi ASI lebih banyak dibandingkan biasanya.

Power pumping menyarankan ibu untuk mengambil pola pemompaan secara teratur dan memasukkannya ke dalam proses pemindahan selama satu jam yang intens. Cara ini digunakan untuk membuat pasokan ASI menjadi banyak, Bunda.

Power pumping adalah teknik yang dirancang untuk meniru cluster feeding dan pada akhirnya bisa mendorong tubuh untuk memproduksi lebih banyak ASI,” kata dokter obgyn, Dr. Carolyn Kay, dilansir Healthline.

Pada cluster feeding, bayi disusui lebih sering menyusu dari biasanya. Bayi mungkin menyusu dua dan tiga kali dalam waktu singkat selama beberapa jam setiap hari. Saat menyusui lebih sering, tubuh merespons permintaan dengan meningkatkan suplai ASI secara alami.

Sementara pada power pumping, ASI yang dihasilkan juga hampir sama, Bunda. Caranya yakni dengan memompa lebih sering dalam jangka waktu yang ditentukan setiap hari, sehingga tubuh dapat meningkatkan suplai ASI secara alami.

“Meski power pumping adalah cara terbaik untuk menghasilkan ASI lebih banyak, teknik ini hanya direkomendasikan untuk wanita yang perlu meningkatkan suplai ASI-nya,” ujar Kay.

Teknik Power Pumping

Untuk teknik power pumping, tidak ada aturan yang jelas mengenai jadwal dan durasi dalam melakukannya, Bunda. Paling penting adalah memompa lebih sering selama rentang waktu setiap hari, sehingga tubuh ibu secara alami merespons permintaan untuk memproduksi ASI berlebih.

Untuk hasil terbaik, Bunda mungkin perlu menyisihkan satu jam sehari dalam seminggu untuk melakukan teknik ini. Namun, beberapa ibu mungkin membutuhkan waktu 2 jam dalam sehari.

“Ingatlah bahwa penting untuk beristirahat selama melakukan power pumping. Hal ini untuk menghindari nyeri pada puting dan payudara,” ucap Kay.

Lalu kapan waktu terbaik melakukan power pumping?

Bunda bisa melakukannya di pagi hari karena pasokan ASI tertinggi di waktu ini ya. Berikut contoh jadwal power pumping yang bisa diulangi satu atau dua kali dalam sehari:

– Pompa 20 menit
– Istirahat 10 menit
– Pompa 10 menit
– Istirahat 10 menit
– Pompa 10 menit

Ibu menyusui juga bisa mengganti waktu memompa dan istirahat menjadi 5 menit. Power pumping dengan waktu ini dapat diulang lima sampai enam kali per hari.

Perlu Bunda tahu, lama waktu melakukan power pumping tergantung tubuh kita ya. Beberapa ibu mungkin memperoleh hasil yang bagus selama 1 jam setelah beberapa hari. Namun, ibu lain mungkin baru mendapatkan hasil terbaik selama 2 jam sehari setidaknya selama seminggu untuk meningkatkan pasokan ASI.

Teknik menyusui power pumping dapat dilakukan dengan pompa payudara listrik ganda dan bra menyusui. Cara ini bisa membuat ibu rileks selama proses menyusui.

Power pumping juga bisa diaplikasikan dengan pompa manual atau tangan. Melansir dari Exclusive Pumping, menggunakan pompa manual dapat dilakukan di setiap sisi selama 12 menit, lalu beralih bolak-balik di setiap sisi selama 8 menit. Jadi, alah-alih beristirahat penuh, kita bisa bergiliran beristirahat saat memompa satu sisi payudara.

Meski dapat menggunakan tangan, power pumping lebih bekerja dengan baik saat memakai pompa listrik. Pompa manual dengan tangan bisa melelahkan sebelum kita menyelesaikan sesi memompa. Sebagai alternatif, ibu mungkin bisa menyusui bayi di satu payudara sambil memompa di sisi lainnya.

Berikut contoh jadwal power pumping manual:

– Sisi kiri 12 menit
– Sisi kanan 12 menit
– Sisi kiri 8 menit
– Sisi kanan 8 menit
– Sisi kiri 8 menit
– Sisi kanan 8 menit
– Sisi kiri 8 menit
– Sisi kanan 8 menit

Siapa Yang Bisa Melakukan Power Pumping?

Wanita yang tidak memiliki masalah dengan suplai ASI sebaiknya tidak melakukan power pumping. Hal ini dapat menyebabkan ASI berlebih di mana payudara memproduksi ASI terlalu banyak.

Melakukan power pumping bisa menyebabkan pembengkakan payudara dan pembengkakan yang menyakitkan. Pada akhirnya, hal ini bisa membuat bayi sulit menyusu. Hindari juga power pumping jika bayi sudah memiliki pola cluster feeding atau suplai ASI sudah kembali normal ya, Bunda.

Pertimbangan Melakukan Power Pumping

Sebelum melakukan power pumping, sebaiknya Bunda mencari penyebab ASI menurun. Sebagai pedoman, jika kita sudah sering menggunakan pompa ASI lebih dari setahun, Bunda bisa melakukan power pumping untuk meningkatkan suplai ASI yang menurun.

Sebelum melakukan power pumping, Bunda sebaiknya konsultasi dulu ke konsultan laktasi ya Bun. Kita mungkin membutuhkan beberapa penyesuaian sebelum melakukan rutinitas power pumping.

Tips Saat Melakukan Power Pumping

Dikutip dari laman Fedisbest, berikut 5 tips yang bisa Bunda terapkan saat melakukan power pumping:

1. Payudara bisa dihangatkan selama 10 menit sebelum memompa karena bisa membantu melemaskan otot-otot di sekitarnya.

2. Bilas pompa ASI dengan air hangat dan pastikan ukuran dalam perangkat pompa ASI sesuai dengan payudara.

3. Pompalah dengan kekuatan hisap maksimum sesuai dengan kenyamanan kita.

4. Oleskan sedikit pelumas sebelum memompa untuk meminimalisir gesekan yang bisa menyebabkan puting sakit jika tidak dilakukan dengan benar.

5. Pastikan pompa bekerja dengan baik dan mengujinya dengan pengukur tekanan.

Nah tadi itu adalah semua tips-tips dan penjelasan tentang Teknik Power Pumping dalam menyusui agar dapat memperbayak ASI dalam satu kali pumping, namun perlu diingat ya bunda.. ‘Bahwa Teknik Power Pumping bisa bunda lakukan pada saat ASI sedang lancar dan tidak ada kendala apapun’.

Jika Bunda mempunyai masalah dengan ASI seret/mampet, sudah minum banyak ASI Booster lain tapi masih tetap tidak berpengaruh sama sekali, sudah berlangganan sufor dengan biaya berjuta-juta tapi hasilnya masih kurang memuaskan? kami sarankan Bunda untuk mencoba susu Almond dan Jahe Merah di bawah ini ya Bun, kenapa harus yang ini? karena sudah banyak ribuan Bunda yang meyakini dan berhasil melancarkan serta meningkatkan ASInya sampai berkali-kali lipat setelah mencoba ini. Selain itu, susu Almond dan Jahe Merah di bawah ini juga sudah terdaftar di DINKES lho Bun, jadi.. proses produksi dan pendistribusiannya sudah terjamin 100% aman.

Yuk Bunda, langsung lihat pengalaman Bunda yang sudah mencoba ya agar Bunda tidak ragu-ragu lagi untuk mencoba susu Almond dan Jahe Merah yang satu ini.

© 2021 Copyright Busuisehat.com
Hak Cipta Dilindungi All rights reserved

Agar ASI Tetap Berlimpah, Begini Cara Memerah ASI yang Benar Bun

Agar ASI Tetap Berlimpah, Begini Cara Memerah ASI Yang Benar Bun

Reviewed By : Tim Konsultan ASI Busuisehat | 20 Januari 2021 12.00 WIB

Ilustrasi dari ASI Berlimpah/ Foto: Today’s Parent/Stok ASIP

Jakarta, (20 Januari 2021) – Saat menyusui, Bunda pastinya ingin menyusui Si Kecil secara langsung dari payudara. Namun, beberapa kondisi seperti bekerja, bayi lahir prematur, atau payudara penuh sering kali membuat Bunda harus memerah ASI dan menyimpannya.

Sama seperti menyusui, keterampilan memompa ASI juga harus Bunda ketahui dan dilatih agar ASI mudah keluar sehingga kebutuhan ASI bayi bisa terpenuhi Bun. 

Mengutip dari halodoc.com dan telah ditinjau oleh Dr. Gabriella Florencia Aktivitas memompa ASI mungkin menjadi kewajiban untuk dilakukan, bukan sebagai sesuatu yang ingin Bunda lakukan. Oleh karena itu, berikut ini adalah tips memompa ASi yang benar dan kiat agar ASI berlimpah. 

Tips Memompa ASI

Faktanya, memompa ASI yang baik dan benar bisa dipelajari dan dilatih supaya ASI bisa keluar dengan optimal. Ada dua cara memompa ASI, yaitu menggunakan tangan atau menggunakan alat bantu pompa. Pompa ASI ada dua jenis, yaitu pompa manual dan elektrik. Nah, berikut ini cara memompa ASI dengan menggunakan pijatan tangan:

  • Sebelum mulai memerah, cuci tangan terlebih dahulu dengan menggunakan sabun hingga bersih;
  • Letakkan tangan di payudara, dengan posisi jempol di bagian atas payudara dan 4 jari lainnya berada di bagian bawah payudara membentuk huruf C;
  • Pijat payudara dengan lembut, dengan arah usapan ke puting. Lakukan terus berulang-ulang sampai ASI keluar;
  • Jika ASI sudah tidak keluar, gerakkan jari-jari ibu memutar di sekitar payudara untuk mencoba di bagian payudara yang berbeda.

Sementara untuk memompa ASI dengan alat pompa adalah:

  • Sebelum mulai memompa, cuci tangan terlebih dahulu dengan menggunakan sabun hingga bersih;
  • Kompres payudara dengan handuk hangat sambil dipijat secara melingkar dari bagian luar payudara ke bagian dalam, tapi jangan sampai kena puting;
  • Pasang bagian corong pada payudara, lalu tekan pegangannya jika ibu menggunakan alat pompa manual. Sementara jika menggunakan alat pompa elektrik, ibu tinggal menghidupkan mesinnya saja. Pastikan untuk memilih alat pompa yang memiliki tekanan yang nyaman;
  • Berhenti memompa payudara jika sudah terasa kosong. Hindari memeras payudara lebih dari 20 menit.
  • Saat payudara terasa sakit di bagian puting, sebaiknya hentikan memompa ASI.

Jika Bunda mengalami masalah terkait memompa ASI, jangan ragu untuk melakukan konsultasi terlebih dahulu ke Dokter terkait agar Bunda bisa mendapatkan referensi yang baik dan hasil yang maksimal.

Teknik Penyimpanan ASI

Dikutip dari haibunda.com Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah merangkum beberapa hal yang perlu Bunda lakukan saat menyimpan ASI. Dengan begitu, ASI yang telah diperah bisa tersimpan dengan baik dan tidak cepat rusak.

– Cuci tangan Bunda sebelum menyimpan ASI

Untuk penyimpanan ASI, sebaiknya gunakan botol kaca ASI atau kontainer plastik tertutup rapat dengan bahan bebas bisphenol A (BPA). Hindari pemakaian kantong plastik biasa maupun botol susu disposable karena mudah bocor dan terkontaminasi.

– Pastikan kontainer bersih. Kontainer harus dicuci dengan air panas dan sabun serta dibiarkan hingga kering sebelum dipakai.

– Simpanlah ASI sesuai dengan kebutuhan Si Kecil.

Pastikan wadah ASI telah diberi label berisi nama Si Kecil dan tanggal ASI diperah. Tanggal perlu dicantumkan untuk memastikan ASI yang dipakai adalah ASI yang lebih lama.

– Jangan campurkan ASI yang telah dibekukan dengan ASI yang masih baru pada wadah penyimpanan.

– Jangan simpan sisa ASI yang sudah dikonsumsi untuk konsumsi berikutnya.

Putar kontainer ASI agar bagian yang mengandung krim pada bagian atas tercampur merata. Hindari juga mengocok ASI karena dapat merusak komponen penting ASI.

Cukup mudah bukan, Bun? Bicara soal penyimpanan ASI, setiap Bunda tentu menyimpannya di tempat berbeda-beda. Bunda bisa menyimpannya di lemari es atau bahkan membekukannya di freezer.

Untuk membekukan ASI, Bunda perlu mengencangkan tutup botol atau kontainer. Beri ruang sekitar 2,5 cm dari tutup botol karena volume ASI bisa meningkat saat beku. Pastikan juga Bunda tidak menyimpan ASI pada bagian pintu lemari es atau freezer.

Lama Penyimpanan ASI

Melansir Today’s Parent, American Academy of Pediatrics menyebut ASI dapat disimpan hingga delapan hari setelah dimasukkan ke dalam lemari es. Namun, sebaiknya Bunda gunakan ASI dalam empat hari pertama karena pada saat itu lemak, aktivitas enzim pencernaan, dan manfaat anti infeksi berada pada puncaknya.

IDAI pun mengatakan durasi ketahanan ASI berbeda-beda sesuai tempat penyimpanannya seperti berikut:

Ruangan bersuhu maksimal 25 derajat Celsius. ASI dapat bertahan selama 6-8 jam dengan syarat wadah harus ditutupi dan dijaga sedingin mungkin, misalnya dibalut dengan handuk dingin.

– Cooler bag bersuhu -15-4 derajat Celsius. ASI dapat bertahan selama 24 jam dengan kondisi es batu menyentuh wadah ASI sepanjang waktu dan cooler bag tidak sering dibuka tutup.

Lemari es bersuhu 4 derajat Celsius, ASI dapat bertahan selama 5 hari. Asi harus disimpan di bagian belakang lemari es, bukan di pintu.

– Freezer lemari es 1 pintu bersuhu -15 derajat Celsius, ASI dapat bertahan selama 2 mingguFreezer lemari es 2 pintu bersuhu -18 derajat Celsius, ASI dapat bertahan selama 3-6 bulan. Freezer dengan pintu di atas bersuhu -20 derajat Celsius, ASI dapat bertahan selama 6-12 bulan. Dalam tempat ini, ASI harus disimpan pada bagian belakang freezer, yakni bagian suhu paling stabil.

Meskipun ASI bisa disimpan hingga waktu yang lama, akan lebih baik jika Bunda mengonsumsinya segera. ASI yang disimpan terlalu lama dapat mengalami penurunan kandungan lemak dan kualitas. Buanglah ASI jika keadaannya basi. ASI yang basi biasanya akan berbau asam atau anyir.

Sebelum memberikannya ke Si Kecil, Bunda juga perlu mencairkan ASI beku. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan seperti membiarkannya semalaman di lemari es, gunakan penghangat botol, atau menaruh kontainer di dalam wadah berisi air hangat.

Jangan lupa juga ya Bunda, untuk menghangatkan kembali ASI yang telah dicairkan. Menghangatkan ASI yang sudah dicairkan paling baik dilakukan di dalam wadah berisi air hangat bersuhu 40 derajat Celsius selama sekitar 20 menit.

Oleh karena itu, apabila Bunda ingin mempunyai Stok ASIP yang berlimpah dan tentunya berkualitas serta bernutrisi tinggi untuk pertumbuhan si kecil, bunda bisa mencoba Susu Almoon Milk Plus & Red Ginger, Berikut kami berikan pengalaman pribadi setiap Bunda yang sudah mencoba di halaman berikutnya ya bunda.

© 2021 Copyright Busuisehat.com
Hak Cipta Dilindungi All rights reserved

5 Posisi Menyusui yang Harus Bunda Coba, Simak Penjelasannya dengan benar

5 Posisi Menyusui yang Harus Bunda Coba, Simak Penjelasannya Dengan Benar

Reviewed By : Tim Konsultan ASI Busuisehat | 19 Januari 2021 17.00 WIB

Ilustrasi dari posisi menyusui/ Foto: Ibu Menyusui

Jakarta, (19 Januari 2021) – Menyusui terkadang memang jadi aktivitas yang cukup melelahkan. Apalagi jika Bunda baru melahirkan anak pertama. Tak jarang produksi ASI yang rendah hingga minimnya informasi soal posisi menyusui jadi kendala saat menyusui Si Kecil.

Saat menyusui, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengatakan Bunda perlu memposisikan dan melekatkan bayi dengan benar. Hal ini bertujuan mencegah puting lecet dan menjaga pasokan ASI untuk Si Kecil.

Untuk menyusui yang nyaman, pertama-tama Bunda harus memposisikan dengan nyaman, Dr. Hikmah Kurniasari MKM, CIMI Konselor Laktasi RS. Sari Asih, Ciputat mengatakan ada 4 hal yang perlu kita perhatikan dalam memposisikan bayi ketika menyusui. 

1. Kepala dan bayi berada dalam posisi garis lurus. 

2. Tempelkan badan ke bayi Bunda sehigga perut bayi menempel dengan perut Bunda.

3. Pastikan hidung berhadapan dengan puting. dengan cara posisi kepala bayi di lengan tengah

4. Topang badan bayi dengan kedua tangan sehingga nyaman ketika sedang menyusui

Selain hal di atas, posisi menyusui yang tepat juga sangat penting dalam membantu proses menyusui. Melansir dari what to expect, ada 5 posisi menyusui yang paling sering dilakukan banyak ibu menyusui.

5 Posisi Menyusui Favorit Bunda

1. Menggendong atau Cradle Hold

Posisi menyusui cradle hold merupakan posisi klasik dengan menggendong bayi. Posisi menyusui seperti ini bisa dilakukan dengan menaruh kepala bayi di lekuk siku tangan Bunda di sisi tempat Bunda akan menyusui.

Pastikan agar kepala bayi tetap melekat dan tidak terlalu jauh masuk ke dalam siku. Jika posisi Si Kecil dan Bunda sudah nyaman, mulailah untuk merangsang Si Kecil.

2. Gendong Silang

Beda halnya dengan cradle hold, posisi crossover hold kepala bayi akan disangga dengan telapak tangan. Jika Si Kecil menyusu dengan payudara kanan maka Bunda akan menggunakan tangan kiri untuk memegang bayi.

Letakkan pergelangan tangan Bunda di antara tulang belikat bayi. Sementara itu, taruh ibu jari di belakang satu telinga dan jari-jari lainnya di belakang telinga lainnya. Adapun posisi ini biasanya dilakukan jika si kecil mengalami kesulitan saat menyusui.

3. Menyangga Kepala atau Football Hold

Posisi football hold atau dikenal sebagai clutch hold cocok bagi Bunda yang memiliki payudara besar, bayi kecil atau prematur, dan bayi kembar.

Untuk menyusui bayi dengan posisi ini, Bunda harus memposisikan si kecil di samping menghadap Bunda, dengan kaki bayi terselip di bawah lengan Bunda layaknya bola. Sanggalah kepala si kecil dengan tangan yang sama, dan gunakan tangan Bunda yang lain untuk memegang payudara.

4. Bersandar atau Laid-Back Position

Posisi menyusui bersandar bisa dibilang merupakan posisi yang paling santai layaknya posisi inisiasi menyusui dini (IDM). Posisi menyusui ini cocok bagi Bunda dengan payudara lebih kecil, bayi baru lahir, dan bayi dengan perut sensitif.

Untuk menyusui bayi dengan posisi santai, Bunda perlu bersandar di tempat tidur atau sofa dan memposisikan badan setengah berbaring. Bunda bisa gunakan bantal untuk menopang tubuh senyaman mungkin.

Selanjutnya, letakkan Si Kecil ke atas tubuh Bunda, yakni kepala di dekat payudara sehingga ia secara alami dapat menyusu. Bunda bisa juga membantunya dengan mengarahkan puting susu ke mulut si kecil.

5. Berbaring Menyamping

Bayi sering sekali menyusu di tengah malam. Nah, Bunda bisa nih memanfaatkan posisi ini saat malam. Untuk melakukannya, Bunda dan Si Kecil harus berbaring miring. Gunakan tangan Bunda di sisi tempat Anda tidak berbaring untuk memegang payudara.

Saat menggunakan posisi ini, pastikan tidak boleh ada tempat tidur berlebih di sekitar bayi yang dapat menimbulkan bayi kekurangan nafas. Posisi menyusui ini juga tidak boleh digunakan di kursi santai, sofa, atau kasur air.

Posisi Menyusui Yang Perlu Dihindari

Selain memahami lima posisi menyusui yang tepat. Saat menyusui, ada juga beberapa posisi yang perlu Bunda hindari. Posisi bayi yang salah dapat membuat payudara tidak terstimulasi untuk memproduksi lebih banyak ASI.

Berikut beberapa posisi menyusui yang harus dihindari:

1. Posisi Membungkuk di atas Bayi

Saat menyusui, Bunda tentu akan menemui berbagai kesulitan sehingga melakukan berbagai posisi untuk memasukkan payudara ke dalam mulut si kecil. Namun, jangan pernah lakukan posisi ini ya, Bunda.

2. Tubuh dan Kepala Bayi Menghadap Ke Arah yang Berbeda

Kepala bayi yang menghadap ke payudara dengan tubuh menghadap ke arah yang berbeda akan membuat si kecil kesulitan untuk menelan ASI.

3. Tubuh Bayi Terlalu Jauh dari Payudara

Hal ini bisa berpotensi Si Kecil kesulitan menyusu dan tidak mendapatkan ASI.

Tanda Perlekatan Ibu dan Bayi yang Benar

Bukan hanya memastikan posisi menyusui benar, Bunda juga perlu perhatikan Si Kecil telah melekat dengan baik selama disusui.

Berikut tanda-tanda pelekatan menyusui sudah benar menurut IDAI:

– Dagu bayi menyentuh payudara ibu
– Bibir bawah bayi terpuntir keluar
– Mulut bayi terbuka lebar
– Areola bawah lebih banyak masuk ke mulut bayi dibanding areola bagian atas
– Hisapan bayi pelan, berirama, dan stabil
– Pipi bayi menggembung.

Nah, sekarang Bunda sudah tahu proses menyusui yang benar. Selama menyusui,
usahakan untuk istirahat di sela waktu menyusui ya, Bunda. Dan jangan lupa jaga pola makan dan kesehatan, bisa dengan cara konsumsi kacang-kacangan, susu, madu, ekstrak daun katuk sehingga produksi ASI untuk Si Kecil juga jadi berkualitas. Untuk Itu kami menyarankan kepada Bunda untuk mencoba minum susu Almoon Milk Plus & Red Ginger (Jahe Merah) yang kaya akan Nutrisi dan Protein penting untuk meningkatkan kualitas ASI dalam waktu yang super singkat.

Yuk Bunda, simak juga pengalaman Bunda yang sudah mencoba di halaman berikutnya  untuk meningkatkan Kuallitas dan Produksi ASI dalam waktu yang singkat.

© 2021 Copyright Busuisehat.com
Hak Cipta Dilindungi All rights reserved

Makanan Sehat Untuk Meningkatkan Kualitas ASI

Pilihan Makanan untuk Meningkatkan Kualitas ASI

Reviewed By : Tim Konsultan ASI Busuisehat | 18 Januari 2021 17.00 WIB

Ilustrasi dari helthyvelg/ Foto: Good Food for Nausea during Pregnancy

Jakarta, (18 Januari 2021) – Dikutip dari situs resmi Nutriclub.co.id bahwa tubuh Bunda secara natural menjaga kualitas ASI yang Bunda berikan kepada bayi. Jadi, Bunda sebaiknya memberikan nutrisi kualitas terbaik kepada bayi dengan mengonsumsi makanan sehat untuk ibu menyusui. Lalu makanan sehat berjenis apa aja sih yang bisa meningkatkan Nutrisi dan Kualitas ASI? Yuk simak kebenarannya di bawah ini bunda.

1. Kalori

Pada umumnya, kebanyakan ibu menyusui membutuhkan 300-400 kalori lebih banyak dari ibu biasa. Walau begitu, Ibu tidak perlu bingung menghitung kalori yang Ibu perlukan. Cukup ikuti rasa lapar dari tubuh Bunda sebagai patokan untuk seberapa banyak Bunda perlu makan.

2. Protein

Tubuh Bunda membutuhkan lebih banyak protein dari biasanya, sekitar 20gr lebih banyak. Mengonsumsi protein lewat daging ayam, ikan dan sapi, telur, keju, susu, yogurt, tahu, dan kacang-kacangan misalnya seperti Susu Almond ini, nah itu juga bisa menjadi tambahan protein yang baik untuk Bunda. 

3. Kalsium

Ibu menyusui disarankan untuk mengonsumsi kalsium sekitar 1300 mg per hari. Penuhi kebutuhan Ibu lewat susu, yogurt, keju, dan minuman tinggi kalsium. Jika Bunda mempunyai masalah dalam mengontol biaya, maka Bunda bisa mencoba dengan meminum susu Almoon Milk Plus yang harganya sangat terjangkau dan sangat ampuh untuk meningkatkan kalsium lho Bunda.

4. Zat Besi

Zat Besi yang Bunda perlukan kurang lebih sekitar 34 mg per hari. Penuhi kebutuhan tersebut lewat daging sapi, ayam, ikan dan kuning telur, serta kacang-kacangan dan buah-buahan kering. contohnya seperti yang sudah disebutkan diatas tadi ya Bun.

5. Vitamin C

Dengan kebutuhan vitamin C sebesar 100 mg per hari, Bunda bisa mendapatkannya dari berbagai buah-buahan yang tepat untuk dikonsumsi saat Bunda menyusui lho. Buah-buahan tersebut meliputi asam, brokoli, kentang, tomat, kol, dan paprika.

Menurut Dr. Riyani M. limoa, M.Kes, SpOG, beliau menjelaskan bahwa “Agar produksi ASI banyak bersihkan puting sejak kehamilan trimester tiga, lakukan pijatan payudara, menyusui sesering mungkin, kosongkan payudara dengan memompa setelah bayi menyusu, minum banyak air putih, banyak istirahat dan makan yang cukup dan bergizi.”

Mengutip dari situs resmi Anmum.co.id, bahwa pada bulan april tahun 2018 lalu, ada seorang Bunda yang bernama Eka Utami yang berusia 33 tahun dan bertekad untuk memberikan ASI hingga 2 tahun untuk anak keduanya.

Menurut pengalaman pribadinya, ada 4 macam makanan yang bisa dikonsumsi untuk menambah kuantitas dan kualitas ASI lho Bun.

  • Daun Katuk
  • Pepaya
  • Kacang-kacangan
  • Ikan Salmon

Intinya, jika Bunda ingin meningkatkan kualitas dan kuantitas ASI, maka Bunda menyusui harus memenuhi kebutuhan gizinya. Begitu juga makanan dan minuman yang harus dikonsumsi oleh Bunda mestinya mengandung banyak kalsium, protein, lemak, zat besi, serta berbagai vitamin dan mineral.

Selain beragam makanan, Bunda juga bisa memenuhi kebutuhan itu dengan minum susu Almond yang mengandung nutrisi penting pasca melahirkan. Salah satu susu yang bisa dipilih untuk melengkapi zat gizi Bunda menyusui adalah Almoon Milk Plus.

Yuk simak kandungan dan Nutrisi penting yang terdapat dalam Almoon Milk Plus dengan meng-klik tombol di bawah ini ya Bunda.

“Mengonsumsi makanan dan minuman booster ASI memang bisa meningkatkan kuantitas dan kualitas ASI pada ibu menyusui. Tapi yang paling penting, Bunda harus menyusui bayinya lebih sering dan kontinyu atau rajin memompa ASI ketika berpisah jarak dengan anak. Hal ini karena produksi ASI dipengaruhi hormon prolaktin yang dihasilkan dari stimulasi pada puting. ” Ungkap Bunda Eka

“Selain itu, Bunda juga tidak boleh stres. Rasa frustasi akan menghambat pelepasan oksitosin yang berperan pada produksi ASI. Jadi, buat ibu-ibu menyusui di seluruh dunia, jangan lupa bahagia ya.. Semangat! ” Tutur Bunda Eka

© 2021 Copyright Busuisehat.com
Hak Cipta Dilindungi All rights reserved

Ibu Menyusui Tidak Boleh Makan Pedas, Mitos atau Fakta?

Ibu Menyusui Tidak Boleh Makan Pedas, Mitos Atau Fakta?

Reviewed By : Tim Konsultan ASI Busuisehat | 17 Januari 2021 13.00 WIB

Ilustrasi dari helthyvelg/ Foto: Good Food for Nausea during Pregnancy

Jakarta, (17 Januari 2021) – Bagi kebanyakan orang Indonesia, makanan pedas sudah menjadi hidangan favorit yang tentunya tak boleh dilewatkan. Rasanya kalau enggak makan makanan yang pedas seperti ada yang kurang di lidah. Tapi, ibu menyusui boleh enggak ya makan pedas?

Bagi Bunda yang sedang menyusui, mungkin sering mendengar kalau tidak boleh makan makanan pedas karena akan berdampak pada bayi. Sebenarnya gimana sih fakta dibalik makanan pedas dan ibu menyusui? 

Melansir dari situs web resmi haibunda.com Ada banyak informasi dan mitos yang dipercaya oleh masyarakat mengenai masa-masa menyusui. Seringkali informasi-informasi tersebut diterima mentah-mentah tanpa dicari tahu lebih dahulu mengenai fakta sebenarnya terkait informasi yang beredar. Jadinya, banyak Bunda yang menyusui akan merasa serba salah dalam mengurus dan merawat sang buah hati.

Salah satu mitos yang beredar adalah bahwa Bunda yang menyusui tidak boleh makan pedas. Berdasarkan penjelasan dr.Ameetha Drupadi seorang Konselor Laktasi Rumah Sakit Mayapada Hospital, itu mitos lho Bunda. Makanan pedas adalah selera masing-masing orang. Kalau Bunda menyukai makanan pedas tentunya akan lebih menambah nafsu makan Bunda.

“Sebenarnya kalau sedang menyusui, makan pedas pun itu enggak apa-apa. Enggak ada pengaruh ke ASI. Namun, jangan berlebihan karena kalau berlebihan ibunya sampai diare menyusui jadi enggak menyenangkan,” tutur Ameetha kepada HaiBunda beberapa waktu lalu. 

Bunda tetap bisa makan makanan pedas yang Bunda sukai saat menyusui. Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa makanan pedas harus dihindari demi si kecil, baik selama kehamilan atau menyusui.

Mengutip dari Health Line, penelitian Trusted Source menunjukkan bahwa bayi yang terpapar berbagai rasa melalui cairan ketuban selama kehamilan dan juga dari ASI setelah mereka lahir, sebenarnya lebih terbuka untuk memasukkan berbagai rasa ke dalam makanan mereka sendiri begitu mereka mulai makan makanan padat.

Perhatian yang lebih mendesak untuk keselamatan si kecil mungkin bukan pada apa yang Bunda makan seperti makan makanan pedas, tetapi justru Bunda berhati-hati agar tidak menjatuhkan makanan panas pada saat menyusui.

Jika Bunda memang rutin mengonsumsi makan makanan yang lebih pedas itu enggak jadi masalah ya. Terus nikmati makan makanan Bunda selama makanan tersebut adalah makanan sehat yang dapat mempengaruhi kualitas ASI. 

Lalu apa sih yang enggak boleh dikonsumsi selama menyusui? Penasaran kan, Bun? Yuk simak sampai habis ya Bunda.

Sebenarnya ada enggak sih makanan yang harus dihindari selama menyusui? Banyak orang, memberi tahu bahwa Bunda yang sedang menyusui perlu menghindari makanan seperti brokoli, tomat, dan kimchi. Terlepas dari cerita orang zaman dahulu, hanya ada sedikit makanan yang benar-benar perlu Bunda hindari kecuali Bunda pernah mengalami masalah sebelumnya, seperti adanya alergi terhadap suatu makanan.

Sebuah studi dari sumber terpercaya 2019 menemukan bahwa Ibu yang menyusui tidak perlu membatasi makanan mereka, karena informasi yang salah tentang risiko atau manfaat bagi si kecil. Realitas yang disayangkan adalah hal ini dapat menurunkan durasi menyusui dan bisa menyebabkan Bunda menjadi stres.

Kenyataannya adalah bahwa kebanyakan orang dapat dengan aman makan makanan apapun seperti biasanya selama menyusui tanpa efek buruk. Makanan atau hal yang dihindari untuk dikonsumsi oleh Bunda saat sedang menyusui adalah makanan yang tidak aman, seperti ikan yang mengandung merkuri tinggi, alkohol, kelebihan kafein, suplemen herbal kecuali jika diizinkan oleh dokter Bunda.

Dokter yang menangani Bunda mungkin juga menyarankan untuk memeriksa berat badan Bunda jikalau si kecil menunjukkan tanda-tanda alergi atau sensitivitas makanan. Jika si kecil mengalami gejala alergi terhadap suatu makanan, Bunda jangan ragu dan jangan menunda untuk menghubungi dokter anak ya agar dapat ditangani secara tepat oleh dokter.

Baca Juga :

Yuk simak kandungan dan Nutrisi penting yang terdapat dalam Almoon Milk Plus dengan meng-klik tombol di bawah ini ya Bunda.

Penting untuk diketahui bahwa, secara umum, bukti menunjukkan bahwa menyusui bermanfaat untuk melindungi bayi dari alergi makanan. Jadi, Bunda tidak boleh menghilangkan makanan tanpa mendiskusikannya terlebih dahulu dengan dokter ya.
© 2021 Copyright Busuisehat.com
Hak Cipta Dilindungi All rights reserved

Ini Lho Tips Sembuhkan Puting Lecet Saat Menyusui, Salah Satunya bisa pakai ASI

Ini Lho Tips Sembuhkan Puting Lecet Saat Menyusui, Salah Satunya bisa pakai ASI

Reviewed By : Tim Konsultan ASI Busuisehat | 17 Januari 2021 13.00 WIB

Ilustrasi mom snuggles/ Foto: Ibu Menyusui

Jakarta, (17 Januari 2021) – Puting lecet menjadi masalah paling umum dikeluhkan para ibu menyusui. Selain rasanya yang sakit dan enggak nyaman, tak sedikit pula Bunda yang khawatir luka dari puting lecet akan memengaruhi rasa ASI,

Lecet pada puting bisa menimbulkan bercak putih atau kuning kecil, yang terbentuk pada puting susu di ujung saluran payudara atau pori-pori puting. Sumbatan kecil berisi susu ini diperkirakan disebabkan oleh ASI yang menjadi tebal dan keras.

Jika Bunda mengalami puting lecet, mungkin tampak seperti titik putih halus, berkilau, dan tunggal mirip seperti jerawat. Puting lecet sering dikaitkan dengan saluran susu yang tersumbat, tetapi juga dapat menyebabkan saluran tersebut tersumbat.

Puting yang lecet dapat menyebabkan rasa sakit yang luar biasa selama menyusui, atau mungkin tidak mengganggu Bunda sama sekali. Jika tidak nyeri, biarkan saja dan berikan ASI kepada di kecil seperti biasa. Berdasarkan hasil penelitian, 80 – 90 persen Bunda yang menyusui rata-rata mengalami puting yang lecet atau merasakan rasa nyeri ketika menyusui, yang dijelaskan oleh Bidan Ony Christy, dikutip dari channel Youtube Kriwilife  Selasa, (5/01/2020).

Melansir dari Very Well Family, jika puting yang lecet menyakitkan, Bunda mungkin tidak ingin menyusui. Namun, Bunda harus tetap menyusui untuk menjaga suplai ASI Bunda dan juga  dapat membantu menyembuhkan puting yang lecet, serta mencegah saluran tersumbat, pembengkakan payudara, dan mastitis.

“Cara mengatasi puting lecet adalah dengan mengoleskan ASI ke puting sebelum dan sesudah menyusui. Jadi, kalau putingnya lecet diolesi ASI diharapkan putingnya lebih lemas dan menyusui enggak terlalu sakit, kemudian kandungan yang ada di ASI juga membantu menyembuhkan puting yang lecet,” jelas Ony.

Ada beberapa penyebab yang dapat mengakibatkan puting Bunda lecet saat menyusui, yang paling umum disebabkan oleh pelekatan puting yang kurang tepat, antara mulut bayi dan payudara Bunda. “Langit-langit mulut bayi yang bagian depan keras. Jadi, kalau misalnya bayi Cuma nyusu di puting saja tanpa di areola, maka puting akan mengenai langit-langit mulut bayi yang keras dan hasilnya akan lecet,” ungkap Ony.

“Ketika menyusui sebaiknya, sampai di bagian areola atau bagian hitam yang ada di payudara. Kalau menyusuinya sampai areola, maka putingnya akan sampai langit-langit mulut bagian belakang yang lunak,” jelas Ony lebih lanjut. 

Selain posisi menyusui yang kurang tepat, puting yang lecet juga bisa disebabkan karena infeksi jamur, Bunda. Ciri-ciri puting yang mengalami infeksi jamur adalah rasa nyerinya seperti terbakar. “Cara ngeceknya dengan mengecek mulut bayi biasanya terdapat putih-putih pada mulut bayi,” tutur Ony.

Infeksi jamur ini bisa terjadi pada Bunda dan juga si kecil akibat menyusui, Kalau Bunda mencurigai Bunda terkena infeksi jamur, segera konsultasikan kepada dokter kandungan atau dokter anak ya, Bunda.

Dilansir dari Nutriclub.co.id Puting lecet bisa terjadi karena penyebab yang telah disebutkan di atas. Tapi bila Bunda memiliki sejarah penyakit herpes, hentikan proses menyusui dan segera temui dokter dan konsultan laktasi, karena Bunda bisa menularkan herpes ke si kecil bila proses menyusui diteruskan. Untuk sementara, pompa ASI Bunda dengan breast pump untuk menghindari bengkaknya payudara bunda. Tapi jangan berikan ASI Bunda kepada si kecil. Bila hanya payudara Bunda yang terluka, Bunda masih bisa menyusui dengan payudara Bunda yang tidak terluka.

Jika Bunda mengalami puting yang lecet ada lho cara untuk mengatasinya. Dikutip dari Nutriclub.co.id , bahwa Bunda bisa melakukan cara ini untuk mengobati puting yang lecet ya bun.

  • Bunda dapat membersihkan daerah puting sebelum dan sesudah memberikan ASI. Hindari alkohol, antiseptik atau formula sabun yang keras.
  • Bunda disarankan mengusapkan ASI pada area puting karena ASI berperan membunuh bakteri-bakteri yang ada.
  • Tidak berhenti menyusui karena menyusui dapat meminimalisir gangguan payudara lainnya
  • Bunda bisa mengobati dengan salep lanolin dan tentunya harus megikuti arahan serta petunjuk dari Dokter dulu ya Bunda

Untuk mencegah puting agar tidak lecet, Bunda harus ingat juga untuk selalu menjaga kebersihan sekitar area payudara, khususnya puting serta areola Bunda ya. Pijat payudara secara perlahan untuk membantu melonggarkan saluran yang tersumbat.

Bunda juga bisa mengonsumsi Susu Almond dan Jahe Merah Murni yang sangat berkhasiat untuk melancarkan aliran/saluran ASI yang tersumbat, oleh karena itu Tim Konsultan ASI kami sangat menyarankan kepada Bunda untuk mengonsumsi Almoon Milk Plus & Red Ginger yang sudah banyak dipercaya oleh puluhan ribu Bunda di Indonesia. Selain dibuat dari bahan-bahan alami pilihan, harganya juga sangat terjangkau Lho.. dibandingkan dengan obat-obatan/salep yang berbahan kimia.

Bunda yuk, simak manfaat dari susu Almond dan Jahe Merah di halaman berikutnya dengan meng-klik tombol di bawah ini.

© 2021 Copyright Busuisehat.com
Hak Cipta Dilindungi All rights reserved

4 Manfaat Daun katuk Ini Bisa Bikin ASI Berlimpah Bun

4 Manfaat Daun katuk Ini Bisa Bikin ASI Berlimpah Lho Bun

Reviewed By : Tim Konsultan ASI Busuisehat | 16 Januari 2021 13.00 WIB

Ilustrasi Manfaat Daun Katuk/ Foto: Dr. Health Benefits.com | (Top For Pregnancy & Breasfeedimg)

Jakarta, (16 Januari 2021) – Tahukah Bunda kalau pemberian ASI eksklusif berdampak terhadap tumbuh tumbuh kembang Si Kecil, serta melindunginya dari bahaya infeksi? Sayangnya, hasil survei Clinical Epidemiologi & Biostatistic Unit, Fakultas Kedokteran UGM mencatat sebanyak 38 persen ibu berhenti memberi ASI karena produksi ASI yang tak mencukupi.

Kendala suplai ASI memang sering sekali jadi masalah ibu menyusui. Buat Bunda yang juga mengalami hal serupa, cobalah untuk konsumsi laktogogue herbal seperti daun katuk. Apalagi jika Almond, Kurma, Madu dan daun katuk dijadikan formula yang sempurna untuk ibu menyusui dengan cara alami yang sudah turun temurun.

Seperti dilansir oleh haibunda.com Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dalam websitenya menyebut laktogogue merupakan obat atau zat yang mampu merangsang atau meningkatkan produksi ASI. Dalam hal ini, daun katuk menjadi salah satu laktogogue herbal yang secara tradisional aman dan efektif untuk meningkatkan produksi ASI.

Lalu, seberapa besar sih manfaat daun katuk untuk ibu menyusui? Apakah benar daun katuk mampu membuat produksi ASI lancar? Simak ulasannya berikut yuk, Bunda.

1. Sumber Nutrisi Ibu Menyusui

Sebuah penelitian Media Litbang Kesehatan Tahun 2004 Effectiveness of The Sauropus Androgynus (L.) Merr Leaf Extract in Increasing Mother’s Breast Milk Production menjelaskan tiap 100 gram daun katuk mengandung berbagai sumber nutrisi. Adapun nutrisi tersebut antara lain kalori, air, protein, lemak, karbohidrat, vitamin B6 dan vitamin C.

Selama menyusui, Bunda tentu perlu sumber nutrisi yang baik agar ASI yang dihasilkan pun berkualitas. Dengan mengonsumsi daun katuk, sumber nutrisi Bunda tentunya akan terpenuhi.

2. Aman Untuk Bayi

Sejak dahulu, daun katuk memang telah banyak digunakan secara tradisional di Indonesia. Bahkan, IDAI menyebut daun katuk aman untuk dikonsumsi ibu menyusui. Penelitian yang sama juga menjelaskan hasil uji daun katuk pada mencit menunjukkan tidak menimbulkan kecacatan pada janin, serta tidak menimbulkan kelainan pada organ tubuh.

3. Meningkatkan Produksi ASI

Manfaat daun katuk untuk ibu menyusui ternyata terbukti bisa meningkatkan produksi ASI lho, Bunda. Penelitian menyebut pemberian ekstrak daun katuk pada kelompok ibu melahirkan dan menyusui dapat meningkatkan produksi ASI hingga 66,7 ml atau sebanyak 50,7 persen. Bahkan sebelumnya mereka menyatakan produksi ASI selama ini kurang atau rendah.

4. Menjaga Kualitas ASI

Untuk meningkatkan produksi ASI memang enggak boleh sembarangan ya, Bunda. Peningkatan produksi ASI juga harus mempertimbangkan kualitas ASI yang dihasilkan. Oleh karena itu, Bunda juga perlu mengonsumsi makanan atau suplemen yang aman.

Dalam penelitian tersebut, dikatakan bahwa ekstrak daun katuk tidak menurunkan kualitas ASI Bunda. Pasalnya, setelah dilakukan uji coba pemberian daun katuk dengan dosis 3 x 300 mg per hari selama 15 hari terus-menerus, tidak ditemukan perbedaan kadar protein dan lemak pada ASI.


Nah Bunda, itulah keempat manfaat daun katuk untuk ibu menyusui. Bagi Bunda yang ingin mengonsumsi daun katuk, IDAI menyarankan agar Bunda juga memperbaiki teknik menyusui, dan memperhatikan faktor lain yang mungkin menjadi penyebab kurangnya produksi ASI.

Adapun daun katuk bisa dikonsumsi dengan campuran kurma, madu dan Almond menjadikannya suatu susu yang sangat sempurna . Bunda juga bisa mengonsumsi Almoon Milk Plus yang didalamnya terkandung kacang almond yang memilik Nutrisi Penting seperti Vitamin E, Vitamin B2, B3, B1, Asam Volat, selain itu ada EKSTRAK KURMA, MADU dan DAUN KATUK yang sudah dipercaya sebagai bahan utama produksi ASI. Kacang Almond yang terdapat didalam Almoon Milk Plus berprotein tinggi dan kaya akan serat cocok sekali sebagai makanan diet yang dapat menjaga berat badan ibu menyusui pasca melahirkan.

Selain itu, ada juga (Jahe Merah Alami) Red Ginger yang mengandung 300 Zat Aktif yang berfungsi untuk membersihkan sirkulasi aliran darah dari sumbatan-sumbatan seperti lemak jahat. Jika sirkulasi aliran darah tersumbat oleh lemak jahat, terutama pada ibu menyusui bisa mengakibatkan ALIRAN ASI TERSUMBAT atau tidak keluar sama sekali. Hal seperti Ini sering terjadi pada ibu menyusui disaat PD sudah terasa kencang dan penuh oleh ASI, tapi ASI yang keluar sedikit.

Simak juga yuk Bunda, tentang pengalaman Bunda yang mempunyai masalah sama serta bagaimana solusinya dengan klik tombol dibawah ini.

Untuk meningkatkan produksi ASI, jangan lupa juga untuk memperhatikan nutrisi gizi harian lainnya ya, Bunda. Dengan begitu, produksi dan kualitas ASI Bunda bisa meningkat secara bersamaan dan nutrisi Si Kecil tetap terpenuhi.

© 2021 Copyright Busuisehat.com
Hak Cipta Dilindungi All rights reserved

ASI Seret Sering Bikin Cemas? Yuk Simak Penyebab & Cara Mengatasinya Bun

ASI Seret Sering Bikin Cemas? Yuk Simak Penyebab & Cara Mengatasinya Bun

Reviewed By : Tim Konsultan ASI Busuisehat | 15 Januari 2021 17.00 WIB

Ilustrasi menyusui/ Foto: ibu menyusui

Jakarta, (15 Januari 2021) – Masalah ASI seret sering sekali dialami oleh banyak ibu menyusui. Bahkan, tak jarang kondisi ini membuat Bunda stress dan khawatir akan kebutuhan nutrisi Si Kecil.

Dilansir dari situs resmi haibunda.com, bahwa pada umumnya, ada banyak hal yang menjadi penyebab produksi ASI SERET mulai dari masalah kesehatan hingga pemilihan gaya hidup. Oleh karena itu, saat produksi ASI Bunda sedikit, jangan dulu merasa khawatir.

Ada baiknya Bunda cari tahu dahulu apa yang menjadi penyebab ASI seret sehingga Bunda bisa mencari solusinya. Berikut penyebab ASI seret yang sering terjadi pada ibu menyusui seperti dikutip dari Today’s Parent dan Verywell Family.

1. Kelelahan

Usai melahirkan, menyusui dan mengurus Si Kecil tentu melelahkan. Kelelahan pascapersalinan dan kekurangan energi juga dapat mengganggu proses menyusui, serta mengurangi produksi ASI. Oleh karena itu, Bunda juga perlu menjaga kesehatan dengan istirahat yang cukup.

2. Stres

Stres fisik, emosional, dan psikologis dapat mengurangi suplai ASI. Saat menyusui, Bunda mungkin akan khawatir atau pusing memikirkan perkataan orang lain soal PRODUKSI ASI yang sedikit. Padahal, hal ini justru bisa menjadi pemicu ASI seret.

Penyebab stres lain seperti rasa cemas, sakit, masalah ekonomi, dan masalah hubungan juga dapat membuat produksi ASI lebih rendah. Jadi, sangat penting sekali bagi Bunda untuk bisa mengelola stress selama menyusui.

3. Jaringan Kelenjar Tidak Mencukupi

Bunda perlu tahu, tidak semua payudara wanita berkembang secara normal dan mungkin tidak memiliki cukup kelenjar ‘penghasil susu’ untuk memenuhi kebutuhan ASI Si Kecil.

Kelenjar menyusui memang tumbuh setiap kehamilan dan aktivitas menyusui dapat merangsang pertumbuhan lebih banyak saluran dan jaringan. Untuk memaksimalkan produksi ASI, Bunda bisa memompa ASI secara manual atau meminum suplemen sesuai anjuran dokter.

4. Masalah Hormon dan Penyakit

Beberapa penyakit seperti diabetes, hipertensi, atau masalah hormonal lainnya dapat membuat wanita sulit untuk hamil dan menyebabkan suplai ASI rendah.

Dalam beberapa kasus, pengobatan masalah kesehatan bisa membantu meningkatkan produksi ASI. Bunda juga bisa mengunjungi dokter konsultan laktasi untuk mengetahui masalah secara spesifik.

5. Menerapkan Pola Makan Yang Salah

Usai melahirkan, beberapa Bunda melakukan berbagai diet untuk memiliki bentuk badan seperti semula. Namun, diet yang salah ternyata bisa menjadi penyebab ASI seret.

Saat produksi ASI menurun, Bunda sebaiknya mengonsumsi lebih banyak makanan bergizi berserat dan minum banyak cairan. Tambahkan juga beberapa makanan ASI BOOSTER ke dalam diet harian Bunda seperti oatmeal, almond, dan sayuran bergizi.

6. Mengonsumsi Ramuan Herbal Berlebihan

Mengonsumsi jamu atau rempah-rempah sebenarnya boleh dilakukan, namun jika dikonsumsi dalam dosis besar, beberapa herbal dapat menurunkan suplai ASI Bunda.

Bunda perlu menghindari beberapa herbal seperti peppermint dan sage, yang sering disebut bisa menurunkan produksi ASI. Hindari juga konsumsi peterseli, oregano, melati dalam dosis besar. Mulailah mengganti herbal tersebut dengan bawang putih atau jahe yang bisa membantu meningkatkan suplai ASI.

7. Mengonsumsi Banyak Kafein

Kopi, teh, dan coklat memang jadi minuman favorit sehari-hari. Namun, mengonsumsi minuman tersebut terlalu sering membuat tubuh dehidrasi dan menurunkan produksi ASI.

Hal ini mengingat dalam minuman tersebut mengandung kafein, yang bukan hanya bisa membuat ASI seret, tapi juga berdampak terhadap Si Kecil. Beberapa kafein yang Bunda konsumsi nantinya akan diteruskan melalui ASI. Kafein yang dapat menumpuk di tubuh Si Kecil bisa menyebabkan masalah iritabilitas dan tidur.

8. Merokok

Merokok dapat mengganggu pelepasan oksitosin di dalam tubuh. Oksitosin adalah hormon yang merangsang refleks pengeluaran ASI. Oleh karena itu, hindari rokok dalam waktu dua jam usai menyusui atau lebih baik lagi untuk mencoba berhenti merokok.

9. Minum Alkohol

Sama seperti merokok, alkohol juga juga dapat menghalangi keluarnya ASI. Jika Si Kecil jarang menyusu, Bunda akan mengalami penurunan produksi ASI.

Alkohol tidak hanya dapat menurunkan suplai ASI, tetapi juga dapat mempengaruhi kemampuan Bunda untuk memenuhi kebutuhan Si Kecil. Alkohol yang masuk ke dalam ASI dapat membuatnya berisiko mengalami keterlambatan perkembangan.

10. Minum Pil KB

Jika Bunda sudah mulai mengonsumsi pil KB untuk mencegah kehamilan lagi, hal tersebut dapat mempengaruhi suplai ASI. Pasalnya, beberapa pil KB mengandung estrogen, hormon yang dapat menyebabkan penurunan produksi ASI yang signifikan. Langkah pertama untuk meningkatkan suplai ASI adalah dengan menghentikan konsumsi pil KB dan mengubah metode pengendalian kelahiran.

11. Efek Pengobatan Kelahiran

Bunda mungkin tidak selalu menyadari bahwa obat-obatan yang dikonsumsi selama persalinan, seperti anestesi epidural atau demerol, dapat mempengaruhi kemampuan bayi untuk menyusu.

Beberapa penelitian menunjukkan efek ini bertahan selama sebulan, tergantung pada obat yang digunakan dan jangka waktu pengobatan. Bayi yang kesulitan menyusu secara tak langsung berdampak terhadap produksi ASI. Untuk mengatasinya, Bunda mungkin perlu memompanya untuk mencegah ASI seret.

Saat hal ini terjadi, jangan  khawatir ya, Bunda. Untuk menjaga agar produksi ASI lancar, Bunda bisa atasi dengan mengurangi stress, merubah gaya hidup menjadi lebih sehat, dan cara yang paling cepat dan alami adalah dengan mengonsumsi Bahan utama sebagai produksi ASI seperti yang ada pada Almoon Milk Plus, Didalam Almoon milk Plus terkandung kacang almond yang memilik Nutrisi Penting seperti Vitamin E, Vitamin B2, B3, B1, Asam Volat, selain itu ada ekstrak kurma, madu dan daun katuk sudah dipercaya sebagai bahan utama produksi ASI. Kacang Almond yang terdapat didalam Almoon Milk Plus berprotein tinggi dan kaya akan serat cocok sekali sebagai makanan diet yang dapat menjaga berat badan ibu menyusui pasca melahirkan.

Selain itu, ada juga (Jahe Merah Alami) Red Ginger yang mengandung 300 Zat Aktif yang berfungsi untuk membersihkan sirkulasi aliran darah dari sumbatan-sumbatan seperti lemak jahat. Jika sirkulasi aliran darah tersumbat oleh lemak jahat, terutama pada ibu menyusui bisa mengakibatkan ALIRAN ASI TERSUMBAT atau tidak keluar sama sekali. Hal seperti Ini sering terjadi pada ibu menyusui disaat PD sudah terasa kencang dan penuh oleh ASI, tapi ASI yang keluar sedikit. 

Perpaduan yang sangat sempurna…

Apabila Bunda ingin mengetahui lebih lanjut tentang Almoon Milk Plus dan pengalaman Bunda yang mempunyai masalah sama serta bagaimana solusinya silakan klik tombol dibawah ini.

© 2021 Copyright Busuisehat.com
Hak Cipta Dilindungi All rights reserved